Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa

Bella | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 15:02 WIB
Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
  • Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menanggapi isu fusi partai antara NasDem dan Gerindra di Jakarta.
  • Saan menegaskan bahwa penggabungan partai sulit dilakukan karena perbedaan fundamental ideologi, identitas, dan cita-cita para pendiri.
  • Partai NasDem saat ini fokus mengonsolidasikan struktur internal organisasi daripada membahas rencana penggabungan dengan partai politik lain.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, angkat bicara terkait munculnya wacana fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerakan Indonesia Raya.

Ia mengaku terkejut dengan mencuatnya isu tersebut dan menegaskan bahwa menyatukan dua partai politik bukan perkara sederhana.

Saan menjelaskan, dalam terminologi politik, penggabungan partai lebih tepat disebut sebagai fusi, sebagaimana yang pernah terjadi pada 1973 pada masa Orde Baru. Namun, ia mengingatkan bahwa konteks zaman dan kondisi demokrasi saat ini sudah jauh berbeda.

"Sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan itu hal yang biasa. Namun, ada hal-hal lain yang memang harus menjadi pikiran bersama, misalnya terkait dengan konteks ideologi, identitas, dan eksistensi partai," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, setiap partai politik didirikan dengan landasan idealisme, gagasan, dan filosofi yang berbeda dari para pendirinya.

Faktor-faktor fundamental inilah yang, menurut dia, sulit untuk dilebur begitu saja dalam sebuah fusi.

"Membangun atau mendirikan partai itu para pendiri masing-masing punya idealisme, punya gagasan ideologi dalam konteks yang berbeda-beda. Jadi tidak gampang untuk difusikan, karena partai adalah refleksi dari cita-cita para pendirinya," tegas Wakil Ketua DPR RI itu.

Ia menambahkan, di tengah iklim demokrasi Indonesia yang terus berkembang, keberagaman identitas partai politik merupakan bagian dari dinamika yang harus dihargai.

Meski tidak menutup pintu terhadap wacana tersebut sebagai sebuah diskusi intelektual, Saan menilai implementasinya membutuhkan perencanaan dan pembahasan yang sangat mendalam.

Saat ditanya mengenai kondisi "kebatinan" internal NasDem terkait isu ini, Saan memastikan bahwa hingga kini belum ada pembicaraan khusus maupun mendalam mengenai rencana fusi tersebut.

Saan menegaskan, saat ini Partai NasDem sedang fokus penuh pada agenda penguatan struktur partai di seluruh tingkatan, bukan pada rencana penggabungan dengan partai lain.

"Kita bahkan belum ada hal yang khusus terkait dengan fusi itu. Karena kita sekarang masih fokus mengonsolidasikan internal kita, membangun struktur partai dari tingkat nasional, wilayah, daerah, bahkan sampai ke tingkat DPRT (desa/kelurahan)," ungkapnya.

Ia meyakini partai-partai lain pun saat ini tengah melakukan hal serupa, yakni memperkuat struktur internal masing-masing pascakontestasi politik.

"Terkait wacana fusi, itu belum menjadi pembicaraan di internal secara mendalam," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:00 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Apatisme yang Dipupuk: Ketika Rakyat Melepas Nasibnya Sendiri

Apatisme yang Dipupuk: Ketika Rakyat Melepas Nasibnya Sendiri

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 14:36 WIB

Buku Esai Orang Makan Orang: Realita Gelap Manusia Jadi Pemangsa

Buku Esai Orang Makan Orang: Realita Gelap Manusia Jadi Pemangsa

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 07:33 WIB

Saman: Antara Cinta Terlarang dan Perlawanan Politik yang Menggetarkan

Saman: Antara Cinta Terlarang dan Perlawanan Politik yang Menggetarkan

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 12:30 WIB

Menggugat Narasi Tunggal Orde Baru dalam Menolak Sejarah Penguasa

Menggugat Narasi Tunggal Orde Baru dalam Menolak Sejarah Penguasa

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

News | Senin, 13 April 2026 | 14:50 WIB

Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit

Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit

News | Senin, 13 April 2026 | 14:48 WIB

Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz

Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:31 WIB

Panas Sengketa Lahan di Menteng, Temasra Jaya Somasi Mabes TNI, Ancam Lapor ke Puspom

Panas Sengketa Lahan di Menteng, Temasra Jaya Somasi Mabes TNI, Ancam Lapor ke Puspom

News | Senin, 13 April 2026 | 14:27 WIB

Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?

Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?

News | Senin, 13 April 2026 | 14:22 WIB

3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka

3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka

News | Senin, 13 April 2026 | 14:19 WIB

Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing

Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing

News | Senin, 13 April 2026 | 14:09 WIB

Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul

Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul

News | Senin, 13 April 2026 | 14:08 WIB

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:06 WIB

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB