Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

Vania Rossa | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB
Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Suara.com/Bagaskara)
  • Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi ASN merupakan instruksi nasional wajib yang harus dilaksanakan seluruh pemerintah daerah.
  • Pemerintah Kabupaten Dompu menyatakan masih mengkaji penerapan kebijakan tersebut karena mempertanyakan relevansi instruksi pusat terhadap kondisi di daerah.
  • Tito menekankan penerapan WFH bertujuan mendukung transformasi birokrasi agar tercipta budaya kerja pemerintah yang lebih efektif dan efisien.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan tanggapan tegas terhadap sejumlah pemerintah daerah (Pemda) yang masih mengkaji atau enggan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi nasional yang wajib dipatuhi oleh seluruh daerah di Indonesia.

Pernyataan ini muncul menyusul adanya laporan bahwa beberapa wilayah, salah satunya Kabupaten Dompu, masih mempertimbangkan kebijakan tersebut dengan alasan tidak semua arahan pusat harus serta-merta dijalankan di tingkat daerah.

Tito menjelaskan, bahwa meskipun daerah memiliki otonomi, kebijakan strategis nasional tetap harus diimplementasikan sebagai bentuk keselarasan pemerintahan.

"Kebijakan itu prinsipnya harus diterapkan. Cuman masalah proporsinya yang diserahkan kepada daerah diskresinya, berapa yang WFH berapa yang WFO (Work From Office)," ujar Tito ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Tito mengingatkan bahwa kepatuhan daerah terhadap kebijakan yang telah digariskan oleh pemerintah pusat merupakan cerminan dari integritas dan loyalitas struktur pemerintahan di bawahnya.

"Tapi sebagai kebijakan nasional, ya harus diikutin, laksanakan ya. Untuk menunjukkan bahwa daerah itu juga loyal kepada pemerintah pusat," tegas mantan Kapolri tersebut.

Lebih lanjut, Tito memaparkan bahwa kebijakan WFH bagi ASN bukan sekadar merespons situasi tertentu, melainkan bagian dari agenda besar pemerintah dalam memodernisasi birokrasi. 

Ia menilai fleksibilitas tempat kerja dapat memicu efisiensi jika dikelola dengan benar.

"Ini dalam rangka untuk transformasi budaya kerja yang lebih efektif dan efisien," pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, mengatakan, bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerahnya masih dalam tahap kajian dan belum pasti diterapkan.

Ia mengakui memang kebijakan WFH punya potensi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak atau BBM. Tapi seberapa efektif kebijakan tersebut menurut masih perlu kajian.

"Akan kita kaji, tidak selamanya semua arahan pusat itu harus kita laksanakan," kata Bambang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

News | Senin, 13 April 2026 | 13:07 WIB

Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana

Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana

News | Senin, 13 April 2026 | 12:26 WIB

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

News | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

News | Senin, 13 April 2026 | 17:53 WIB

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

News | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

News | Senin, 13 April 2026 | 17:40 WIB

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:26 WIB

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

News | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:10 WIB

1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama

1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama

News | Senin, 13 April 2026 | 17:05 WIB