Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 14 April 2026 | 09:25 WIB
Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam
Ketua Unit Kerja Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI JAYA, Dokter Tuti Rahayu. (Suara.com/Dinda)
baca 10 detik
  • IDAI mengadakan pelatihan penanganan kegawatdaruratan anak di Jakarta pada 13 April 2026 untuk mengedukasi masyarakat umum.
  • Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan bantuan hidup dasar karena anak memerlukan penanganan sangat cepat atau golden minutes.
  • Materi mencakup prosedur tersedak dan resusitasi jantung paru, serta larangan memberikan minum saat anak mengalami kondisi tersedak.

Berikut panduan praktis melakukan RJP pada anak agar Anda bisa memeragakannya:

Panggil Bantuan: Jangan menolong sendirian. "Panggil bantuan. Kalau di Jakarta, minta orang lain telepon ambulans di nomor 112 atau 119," tegas dr. Yogi.

A - Airway (Buka Jalan Napas):

  • Letakkan anak di permukaan yang keras dan datar (lantai).
  • Tengadahkan kepala anak dan angkat dagunya sedikit agar jalan napas terbuka.
  • Lalu tahan kepala anak dengan salah satu tangan Anda di dahi anak.

B - Breathing (Napas Buatan):

  • Lihat apakah dada anak bergerak naik-turun. Jika tidak ada napas sama sekali atau napas terlihat sangat lemah dan jarang-jarang (megap-megap), bantuan napas buatan harus segera dilakukan.
  • Berikan 5 kali napas bantuan dengan menggunakan masker resusitasi yang dijual bebas di apotek atau toko alat kesehatan.
  • Pegang masker resusitasi dengan ibu jari dan jari telunjuk membentuk huruf ‘C’, kemudian tekan masker. Lalu, 3 jari sianya membentuk huruf ‘E’ untuk tekan dan angkat rahang anak guna membuka jalan napas.
  • Tangan satunya gunakan untuk meremas balon secara perlahan namun tegas, kemudian lepaskan remasan tangan dan biarkan balon mengembang.

Cara mengetahui bantuan nafas efektif adalah dada anak tampak naik (mengembang) saat ditiup.

C - Circulation (Kompresi Dada): Jika tidak ada tanda kehidupan (batuk, gerak, atau napas), lakukan kompresi dada:

  • Posisikan tubuh di permukaan yang keras dan rata.
  • Bukan jalan napas anak. Tengadahkan kepala anak sedikit ke belakang menggunakan telapak tangan Anda yang diletakkan dahi sang anak.
  • Pada anak usia 1-8 tahun, posisikan tumit salah satu tangan Anda di tengah dada (di separuh bawah tulang dada/setara garis puting).
  • Pada bayi di bawah 1 tahun gunakan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah).
  • Tekan tulang dada ke bawah dengan kuat. Tekan tegak lurus dengan kecepatan 100-120 kali per menit.
  • Pastikan dada sang anak kembali ke posisi secara utuh sebelum melakukan kompresi berikutnya.
  • Lakukan 15 kali tekanan dada, diikuti 2 kali napas bantuan.
  • Tips Irama: Gunakan irama lagu "Baby Shark" atau "Stayin' Alive" agar kecepatannya stabil.

Jangan Langsung Dikasih Minum!

Salah satu kesalahan umum masyarakat saat melihat anak tersedak adalah langsung memberikan air minum. Dokter Tuti Rahayu, Sp.A(K), Ketua Unit Kerja Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI JAYA memperingatkan dengan tegas agar kebiasaan ini dihentikan.

"Makanya kalau lagi tersedak kita kasih minum, dia kontrolnya aja engap-engap. Ada saluran nafasnya udah sempit kita kasih guyur lagi, nanti kalau masuk ke saluran nafas malah jadi biru," tegas Tuti.

baca juga

Ia menjelaskan bahwa saat tersedak, mekanisme katup antara saluran napas dan pencernaan sedang tidak stabil. Memberikan air justru berisiko membuat cairan masuk ke paru-paru.

"Kita tidak boleh memasukkan apapun, malah kita bebaskan kalau bisa yang ada kelihatan di mulut. Tapi kalau nggak kelihatan, nggak boleh dikorek-korek,"pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Putin Tersenyum, Cerita Prabowo di Kremlin: Nama Kosmonaut Rusia Populer Jadi Nama Anak RI

Bikin Putin Tersenyum, Cerita Prabowo di Kremlin: Nama Kosmonaut Rusia Populer Jadi Nama Anak RI

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB

Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya

Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya

Entertainment | Senin, 13 April 2026 | 22:00 WIB

Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

News | Senin, 13 April 2026 | 20:08 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

News | Senin, 13 April 2026 | 19:25 WIB

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Terkini

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:37 WIB

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

×