IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

Bella | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 19:25 WIB
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso saat sesi doorstop dalam acara Media Briefing IDAI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (13/4/2026). [Suara.com/Dinda]
  • Seorang balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Ungaran karena kerentanan tinggi terhadap suhu ekstrem.
  • Ketua Umum IDAI menegaskan aktivitas mendaki gunung sangat berisiko bagi balita karena tubuh anak mudah kehilangan panas.
  • IDAI menyarankan orang tua menghindari pendakian ekstrem dan lebih memilih lokasi alam yang aman serta mudah dievakuasi.

Suara.com - Kasus bayi berusia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat diajak mendaki Gunung Ungaran menuai perhatian publik. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa aktivitas ekstrem seperti mendaki gunung sangat berisiko bagi anak usia dini.

Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas luar ruang. Ia menyebut anak, terutama balita, memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan suhu.

“Bahwa anak-anak itu kan, apalagi kalau nggak salah 1,5 tahun umurnya ya? Itu anak sangat mudah kehilangan panas dibanding dewasa ya,” ujar Piprim saat sesi doorstop dalam acara Media Briefing IDAI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, risiko semakin besar jika pendakian dilakukan dalam kondisi cuaca tidak menentu seperti hujan atau suhu ekstrem. Selain itu, medan gunung yang sulit juga menyulitkan proses evakuasi bila terjadi kondisi darurat.

“Apalagi kalau naik gunungnya jaraknya jauh, ada potensi hujan, kemudian evakuasinya juga lama. Ini tentu hal-hal yang harus dipikirkan sebelumnya,” lanjutnya.

Ia menyarankan orang tua untuk tidak membawa anak usia batita ke aktivitas ekstrem seperti pendakian gunung. Jika ingin mengenalkan alam, sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dalam kondisi yang aman.

“Lebih aman apabila mengajak batita atau balita itu kalaupun mau ke alam ya jangan yang ekstrem seperti gunung yang tinggi, mungkin sekadar hiking ringan tapi mudah diakses untuk evakuasi,” katanya.

Senada, Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Yogi Prawira, menegaskan bahwa anak bukanlah “dewasa versi kecil” sehingga tidak bisa disamakan daya tahannya dengan orang tua.

Ia menjelaskan anak lebih rentan mengalami kehilangan cairan dan panas tubuh, terutama saat berada di lingkungan dingin atau saat aktivitas fisik berat.

“Anak-anak itu sangat mudah kehilangan cairan juga. Napasnya dia lebih sering dibandingkan orang dewasa. Pada saat kita bernapas, itu juga bisa kehilangan cairan dari situ, kehilangan panas juga dari situ,” jelasnya.

Dalam kondisi darurat seperti hipotermia, orang tua perlu memahami langkah penanganan awal, salah satunya metode skin-to-skin untuk menghangatkan tubuh anak.

“Bisa skin-to-skin, dibuka bajunya, tempelin kulit ke kulit, baru di luarnya pakai baju. Pastikan kering semua,” ujar Yogi.

Sementara itu, Ketua IDAI DKI Jakarta, Rismala Dewi, menegaskan tidak ada batas usia pasti bagi anak untuk mendaki gunung, namun anak di bawah usia tiga tahun tergolong sangat rentan.

“Di bawah 5 tahun, di bawah 3 tahun itu sangat rentan. Jadi persiapannya pasti harus lebih banyak lagi. Kalau misal tidak bisa memenuhi itu, ya jangan dulu,” pungkasnya.

Ia menambahkan kesiapan anak dan orang tua menjadi faktor utama, termasuk pemahaman terhadap tindakan preventif dan kemampuan menghadapi kondisi darurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

News | Senin, 06 April 2026 | 14:47 WIB

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:29 WIB

Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak

Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:23 WIB

Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang

Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:43 WIB

6 Barang Wajib di Travel Kit Lebaran untuk Ibu yang Membawa Balita

6 Barang Wajib di Travel Kit Lebaran untuk Ibu yang Membawa Balita

Lifestyle | Minggu, 15 Maret 2026 | 14:09 WIB

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!

Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:17 WIB

Balita Rewel Bikin Perjalanan Pelik? Simak 6 Trik Cerdas Ini agar Mudik Lebaran 2026 Tetap Asik

Balita Rewel Bikin Perjalanan Pelik? Simak 6 Trik Cerdas Ini agar Mudik Lebaran 2026 Tetap Asik

Otomotif | Senin, 02 Maret 2026 | 15:00 WIB

Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

News | Senin, 23 Februari 2026 | 19:25 WIB

Solidaritas Dokter Menguat, IDAI Tuntut Kemenkes Batalkan Mutasi dan Pemecatan Dokter Piprim dkk

Solidaritas Dokter Menguat, IDAI Tuntut Kemenkes Batalkan Mutasi dan Pemecatan Dokter Piprim dkk

News | Senin, 23 Februari 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

News | Senin, 13 April 2026 | 19:20 WIB

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

News | Senin, 13 April 2026 | 19:11 WIB

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

News | Senin, 13 April 2026 | 18:45 WIB

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 18:43 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

News | Senin, 13 April 2026 | 18:38 WIB

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

News | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

News | Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

News | Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

News | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB