- Perundingan Iran dan Amerika Serikat di Islamabad gagal mencapai kesepakatan karena tuntutan Washington yang dinilai tidak konsisten.
- IRGC mengancam akan menggunakan kekuatan militer baru yang belum pernah diperlihatkan jika konflik terus mengalami eskalasi.
- Kepala Staf Militer Israel menyetujui rencana operasi lanjutan untuk melemahkan kemampuan militer Iran dan menghadapi ancaman eksistensial.
Dikutip dari laporan Channel 14, rapat petinggi militer Israel itu membahas perihal kesiapan tempur dan strategi lanjutan untuk menghadapi eskalasi konflik usai pembicaraan AS dan Iran di Islamabad tanpa hasi.
Zamir menyinggung momentum menyerang Iran, menjelang Hari Peringatan Holocaust sebagai refleksi tanggung jawab sejarah.
Saat kami merencanakan kelanjutan operasi, saya tidak bisa mengabaikan besarnya tanggung jawab sejarah yang ada di pundak kami,” ujar Eyal Zamir.
Eyal Zamir menegaskan bahwa Israel kini berada dalam posisi berbeda dibanding masa lalu.
“Dari bangsa yang pernah teraniaya tanpa perlindungan, kini kami berperang untuk menghilangkan ancaman eksistensial terhadap negara Israel dan rakyat Yahudi,” katanya.
Zamir juga mengklaim keberhasilan signifikan dalam operasi melawan Iran dan sekutunya.
“Kami menghadapi musuh yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik dari dekat maupun jauh. Kami mengalahkan Iran dan proksinya, telah memberikan pukulan keras dan melemahkan kemampuan militernya,” tegasnya.