AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz

Arief Apriadi | Suara.com

Rabu, 15 April 2026 | 14:39 WIB
AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz
Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara sepihak menyatakan bahwa China dilarang keras untuk membeli atau mendapatkan pasokan minyak mentah dari Iran. [Antara]
  • Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara sepihak menyatakan bahwa China dilarang keras untuk membeli atau mendapatkan pasokan minyak mentah dari Iran.
  • AS mengerahkan 10.000 pasukan untuk memblokir Selat Hormuz lantaran panik mengetahui militer Iran sukses memakai satelit intelijen China di Asia Barat.
  • Di tengah blokade ilegal tersebut, Donald Trump justru mengisyaratkan keputusasaannya dengan berharap perundingan damai bisa kembali dilanjutkan di Pakistan.

Suara.com - Kepanikan Amerika Serikat dalam menghadapi kekuatan poros Timur semakin terlihat nyata ketika Washington secara arogan menyatakan bahwa China tidak akan diizinkan mendapatkan pasokan minyak dari Republik Islam Iran.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyusul operasi blokade maritim sepihak di perairan Selat Hormuz yang sangat mengancam stabilitas energi global.

Manuver pencegatan armada tanker milik Tiongkok ini berdasar pada dugaan AS yang menyebut Iran memakai satelit mata-mata China untuk menyerang pangkalan militer mereka di Timur Tengah.

Ambisi Ilegal AS 'Goyang' Ekonomi Tiongkok

Peluncuran rudal dari kapal perang China [Foto: ANTARA]
Peluncuran rudal dari kapal perang China [Foto: ANTARA]

Dalam sebuah pernyataan bernada ancaman di Washington, Scott Bessent menegaskan bahwa militernya akan memblokir secara paksa armada angkut yang membawa minyak mentah Iran.

Pejabat tinggi Amerika Serikat tersebut melarang keras Beijing bertransaksi dengan Teheran lewat kalimat peringatan, "Mereka tidak akan bisa mendapatkan minyak mereka, mereka bisa mendapatkan minyak, bukan minyak Iran."

Sikap permusuhan ini kian diperparah dengan pernyataan Bessent yang secara sepihak melabeli Tiongkok sebagai mitra global yang tidak dapat diandalkan hanya karena persoalan penimbunan dan batas ekspor.

Guna memuluskan ambisi blokade ilegal yang menyasar negara berdaulat ini, militer AS mengklaim telah mengerahkan lebih dari 10.000 pasukan tempur beserta belasan kapal angkatan laut.

Komando Pusat AS dengan angkuh melaporkan bahwa tidak ada satu pun kapal niaga yang berhasil melewati rute laut vital tersebut selama 24 jam pertama operasi pembatasan mereka berlangsung.

Kepanikan AS Hadapi Aliansi Intelijen Iran-China

Berdasarkan kesaksian pejabat militer kepada media Barat, pasukan angkatan laut AS bahkan telah secara serampangan mencegat delapan kapal tanker yang berusaha keluar maupun masuk melalui pelabuhan-pelabuhan Iran.

Namun, tindakan represif Washington ini nyatanya diyakini berakar dari ketakutan besar atas laporan terbaru Financial Times yang membongkar strategi taktis tak terduga dari intelijen bangsa Persia.

Laporan eksklusif tersebut mengungkap fakta bahwa Teheran telah secara cerdas memanfaatkan fasilitas satelit mata-mata Tiongkok secara rahasia untuk melacak seluruh pergerakan armada militer musuh.

Akses teknologi luar angkasa ini memberikan kemampuan baru yang amat mematikan bagi Iran untuk menargetkan seluruh pangkalan militer AS di wilayah Asia Barat dengan tingkat akurasi maksimal.

Di tengah fakta bahwa pasukannya kian terdesak oleh strategi cerdik Teheran, Presiden AS Donald Trump justru tampil di hadapan publik dengan narasi halusinasi kemenangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:27 WIB

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:03 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:48 WIB

Terkini

Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi

Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:37 WIB

Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin

Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:29 WIB

Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:27 WIB

Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan

Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:16 WIB

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:03 WIB

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:54 WIB

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:48 WIB

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB