Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 April 2026 | 15:14 WIB
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
Selat Hormuz (Instagram)
  • Blokade AS terhadap Iran dianggap tidak efektif karena Teheran memiliki cadangan minyak melimpah di laut.

  • China berperan sebagai pendukung utama Iran yang mampu menguji kekuatan blokade maritim Amerika Serikat.

  • Perundingan di Islamabad menjadi harapan terakhir untuk mencegah konfrontasi militer terbuka di Selat Hormuz.

Suara.com - Blokade maritim yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran kini berada di titik nadir antara keberhasilan teknis dan kegagalan diplomasi.

Langkah Washington memutus jalur distribusi minyak Teheran dianggap sebagai instrumen jangka pendek yang justru bisa merugikan kepentingan Amerika sendiri.

Pasar energi global saat ini kehilangan kepercayaan terhadap komitmen pemerintahan Trump dalam mencapai kesepakatan damai yang permanen dengan Iran.

Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]
Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]

Secara teori, penghentian total pengapalan minyak Iran seharusnya memicu lonjakan harga energi yang drastis di seluruh dunia.

Namun, realitas pasar menunjukkan tren sebaliknya dengan penurunan harga minyak mentah Brent yang menyentuh angka 95,08 dolar per barel.

Optimisme terhadap gencatan senjata selama dua minggu menjadi faktor utama yang meredam gejolak harga minyak di pasar internasional.

China memegang peranan krusial sebagai pembeli utama yang menyerap hampir 90 persen dari total ekspor minyak mentah milik Iran.

Beijing diprediksi tidak akan melakukan konfrontasi militer terbuka, namun tetap memberikan dukungan logistik dan persenjataan di balik layar.

Jarak geografis yang jauh menjadi kendala utama bagi militer China jika ingin melakukan intervensi langsung di wilayah Selat Hormuz.

“Ujian saat ini adalah apakah dalam beberapa hari ke depan kita melihat kembalinya aktivitas kinetik dari pihak Iran untuk menantang blokade AS atau aksi kinetik AS terhadap Iran,” kata Aaron David Miller, mantan negosiator Timur Tengah kepada MEE.

Ketahanan Ekonomi dan Cadangan Minyak Teheran

Kondisi ekonomi Iran saat ini dinilai lebih tangguh dibandingkan negara lain yang pernah mengalami blokade energi serupa seperti Kuba.

Teheran memiliki keunggulan geografis berupa perbatasan darat dan akses Laut Kaspia yang tidak bisa dijangkau oleh blokade angkatan laut.

Selain itu, Iran dilaporkan masih menyimpan sekitar 38 juta barel minyak di lautan yang siap dipasarkan kapan saja ke wilayah Asia.

Ketahanan ini membuat Iran memiliki waktu lebih lama untuk bertahan sebelum kapasitas penyimpanan domestik mereka benar-benar mencapai batas maksimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS

Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:11 WIB

AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz

AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:39 WIB

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB