Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 09:14 WIB
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
Anggota DPR Polandia Konrad Berkowicz (TRT)
baca 10 detik
  • Anggota parlemen Polandia Konrad Berkowicz memicu skandal dengan menampilkan simbol Nazi pada bendera Israel.

  • Perdana Menteri Donald Tusk mengutuk keras tindakan tersebut sebagai bentuk antisemitisme yang dilarang.

  • Insiden ini mencerminkan meningkatnya kritik tajam di Eropa terhadap operasi militer Israel di Gaza.

Suara.com - Langkah provokatif anggota DPR Polandia Konrad Berkowicz yang menyandingkan simbol Nazi pada bendera Israel menjadi puncak kemarahan politik atas krisis kemanusiaan di Gaza.

Aksi berani di gedung Sejm tersebut bukan sekadar provokasi visual melainkan tuntutan radikal agar Polandia segera memutuskan seluruh hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.

Dikutip dari TRT, narasi "Reich Ketiga Baru" yang dilontarkan Berkowicz menandai pergeseran ekstrem dalam kritik parlemen Eropa terhadap kebijakan militer Israel di wilayah pendudukan Palestina.

Israel serang Lebanon (Antara)
Israel serang Lebanon (Antara)

Konrad Berkowicz secara terang-terangan membentangkan bendera Israel yang bagian Bintang Daudnya telah dimodifikasi menjadi lambang swastika Nazi di mimbar resmi.

Ia melontarkan pernyataan tajam dengan menyebut bahwa Israel adalah "new Third Reich."

Tindakan tersebut seketika memicu gelombang protes dari barisan anggota parlemen lain yang hadir dalam sidang majelis rendah tersebut.

Sejumlah politisi menilai visualisasi tersebut sebagai bentuk antisemitisme murni yang melukai sejarah panjang hubungan kedua negara.

Meski demikian, pihak oposisi menyayangkan bahwa protes tersebut hanya fokus pada simbol tanpa menyinggung substansi perang di Jalur Gaza.

Kritik terhadap Berkowicz menguat karena ia dianggap mengabaikan sensitivitas sejarah Polandia yang pernah menjadi korban kekejaman Nazi.

baca juga

Namun, sang legislator bersikeras bahwa tindakannya adalah bentuk protes keras terhadap dugaan genosida yang sedang berlangsung.

Respon Pemerintah dan Konsekuensi Hukum

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk tidak tinggal diam dan memberikan pernyataan resmi terkait insiden memalukan tersebut.

Donald Tusk menegaskan, "tidak ada tempat bagi antisemitisme dalam kehidupan publik Polandia."

Ketua Parlemen Szymon Holownia langsung mengambil langkah tegas dengan melibatkan tim hukum untuk mengkaji pelanggaran konstitusi.

Holownia menginstruksikan pengacara parlemen guna meninjau apakah ucapan dan modifikasi bendera oleh Berkowicz melanggar hukum pidana Polandia.

Proses hukum ini diprediksi akan menjadi ujian bagi kebebasan berpendapat versus aturan mengenai ujaran kebencian di Polandia.

Fenomena di Warsawa ini mencerminkan tren yang lebih luas di berbagai institusi politik di seluruh benua Eropa.

Beberapa anggota Parlemen Eropa bahkan mulai berani melabeli Israel sebagai "negara teroris" akibat jatuhnya ribuan korban sipil.

Kritik tajam ini muncul seiring dengan meningkatnya laporan mengenai pembantaian massal terhadap warga Palestina di zona konflik.

Polandia kini berada dalam posisi sulit untuk menyeimbangkan solidaritas internasional dengan tuntutan moral domestik.

Perdebatan mengenai genosida di Gaza pun kini semakin membelah opini publik dan elite politik di internal Polandia.

Ketegangan ini berakar pada ketidakpuasan mendalam sebagian politisi Polandia terhadap agresi militer Israel di Tepi Barat dan Gaza.

Sebelumnya, hubungan Warsawa dan Tel Aviv memang kerap mengalami pasang surut terkait isu sejarah Holocaust dan aset properti.

Kini, isu kemanusiaan di Gaza menjadi bahan bakar baru yang memperuncing sentimen negatif di ruang-ruang legislatif.

Aksi Berkowicz dianggap sebagai representasi dari kelompok yang menuntut posisi lebih keras terhadap kebijakan luar negeri Israel.

Hingga saat ini, parlemen Polandia masih terus menggodok aturan agar insiden serupa tidak terulang sekaligus meredam spekulasi diplomatik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:12 WIB

Terkini

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

×