Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 April 2026 | 07:35 WIB
Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata
Serangan Israel ke Lebanon (X)
baca 10 detik
  • Serangan udara Israel di Ghazieh menewaskan tujuh orang menjelang masa gencatan senjata berlaku.

  • Donald Trump mengumumkan kesepakatan jeda pertempuran selama sepuluh hari antara Israel dan Lebanon.

  • Jumlah korban luka mencapai 33 orang dan angka kematian masih berpotensi terus meningkat.

Kondisi infrastruktur di kota Ghazieh mengalami kerusakan parah yang menghambat mobilisasi alat berat menuju lokasi pusat serangan.

Di tengah situasi mencekam di lapangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan resmi terkait kesepakatan damai sementara.

Trump mengklaim bahwa pihak Israel dan Lebanon telah mencapai konsensus untuk menghentikan permusuhan selama periode sepuluh hari ke depan.

Langkah diplomatik ini diambil untuk memberikan ruang bagi penyaluran bantuan kemanusiaan serta penurunan ketegangan di zona konflik tersebut.

Trump mengungkapkan optimisme melalui platform media sosial miliknya mengenai prospek perdamaian yang lebih permanen bagi kedua negara.

Pengumuman ini menjadi sorotan dunia karena terjadi di tengah intensitas serangan udara yang justru meningkat di wilayah Lebanon selatan.

Diplomasi Donald Trump dan Dua Pemimpin

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump merinci komunikasi intensif yang dilakukannya dengan para pemimpin tinggi di wilayah konflik tersebut.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," kata Trump di Truth Social dilansir Al Jazeera.

baca juga

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya keterlibatan langsung Amerika Serikat sebagai mediator utama dalam meredam gejolak bersenjata di Timur Tengah.

Trump menjelaskan bahwa jadwal pelaksanaan jeda pertempuran tersebut telah ditetapkan secara spesifik sesuai zona waktu Amerika Serikat.

Targetnya adalah menciptakan koridor aman bagi warga sipil yang terjebak di tengah baku tembak selama beberapa bulan terakhir.

Presiden Trump menyampaikan bahwa implementasi teknis dari kesepakatan ini akan dimulai tepat pada sore hari waktu setempat.

Secara spesifik, Trump mengatakan gencatan senjata akan dimulai pada pukul 5 sore waktu EST Amerika Serikat (AS).

Komitmen dari kedua belah pihak diharapkan dapat meredam aksi saling serang yang telah memakan ribuan korban jiwa sebelumnya.

"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST," tambah Trump.

Dunia internasional kini menunggu apakah janji penghentian serangan ini akan benar-benar dihormati oleh kedua militer yang bertikai.

Konflik antara Israel dan Lebanon telah memasuki fase paling mematikan dengan serangan udara yang menyasar infrastruktur sipil dan militer.

Ketegangan di perbatasan Lebanon selatan meningkat tajam seiring kegagalan berbagai upaya mediasi yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kota Ghazieh sendiri merupakan wilayah strategis yang sering menjadi sasaran operasi militer dengan alasan keamanan nasional oleh pihak Israel.

Kesepakatan gencatan senjata 10 hari ini merupakan jeda pertama yang disepakati secara resmi setelah periode pertempuran panjang yang melelahkan.

Tragedi di Ghazieh yang terjadi sesaat sebelum gencatan senjata menunjukkan tantangan besar dalam menjaga kepatuhan militer di garis depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:55 WIB

Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:13 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×