Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

Arief Apriadi

Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB
Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai
Mantan pejabat AS akui Washington jauh tertinggal dalam target perangnya melawan Iran. Beban finansial militer Donald Trump justru jauh lebih besar ketimbang Teheran. [Inc. Magazine]
baca 10 detik
  • Mantan pejabat AS, Daniel Benaim, mengakui negaranya sangat jauh tertinggal dari tujuan awal perang karena gagal melucuti rudal dan menggulingkan rezim Iran.
  • Tokoh senior Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menolak keras negosiasi ala Donald Trump yang dianggap sebagai sarana pemaksaan untuk menyerahkan kedaulatan negara.
  • Pakar Harvard mengungkap bahwa agresi AS justru menguras biaya dua miliar dolar per hari, angka yang jauh lebih mencekik dibanding dampak kerugian blokade atas Iran.

Suara.com - Amerika Serikat kini secara tragis dinilai sangat jauh tertinggal dari tujuan awal mereka saat pertama kali mengobarkan peperangan melawan Republik Islam Iran.

Kegagalan strategis ini terjadi di tengah rumitnya keterlibatan militer dan diplomatik pemerintahan Donald Trump yang justru memicu kebangkitan taktik perlawanan baru dari Teheran.

Alih-alih melumpuhkan kekuatan musuh, arogansi blokade militer yang dipaksakan AS di Timur Tengah justru membuat pengeluaran harian Pentagon membengkak hingga menyentuh angka dua miliar dolar Amerika.

Melesetnya Target Perang Washington

Militer Amerika Serikat resmi memberlakukan blokade terhadap kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran mulai pukul 14:00 GMT. (BBC/Gemini AI)
Militer Amerika Serikat resmi memberlakukan blokade terhadap kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran mulai pukul 14:00 GMT. (BBC/Gemini AI)

Fakta mengejutkan mengenai kegagalan strategi Washington ini diungkapkan langsung oleh Daniel Benaim, mantan wakil asisten menteri luar negeri AS untuk Urusan Jazirah Arab.

Benaim menilai bahwa momentum bagi Amerika Serikat untuk bisa mengklaim kemenangan secara mutlak sebenarnya sudah lewat dan sayangnya kesempatan itu tidak pernah diambil.

"Kami sekarang berada dalam keterlibatan militer yang sangat rumit dengan Iran dan keterlibatan diplomatik yang sangat rumit," ujarnya kepada jaringan media Al Jazeera.

Mantan pejabat tinggi tersebut secara blak-blakan menyebut bahwa AS telah gagal mencapai hampir setiap tujuan yang ditetapkannya sendiri saat pertama kali melancarkan perang.

"Kami berbicara tentang membatasi program nuklir Iran dengan cara yang berwibawa dalam jangka waktu yang lama. Bisa dibilang, beberapa di antaranya dapat dilakukan tanpa perang," ungkapnya mengkritik kebijakan pemerintah.

baca juga

Kegagalan Menggulingkan Rezim Teheran

Menyoroti perihal pelucutan stok rudal Teheran, Benaim mengakui bahwa persediaan senjata tersebut masih utuh dan militer Iran justru sukses menemukan celah baru untuk mengancam dunia.

"Kami berbicara tentang mengatasi persediaan rudal Iran sehingga tidak dapat mengancam kawasan dan dunia. Saya pikir itu telah terjadi sampai batas tertentu, meskipun banyak dari rudal tersebut masih ada, dan Iran telah menemukan cara baru untuk mengancam kawasan dan Dunia dengan menutup Selat Hormuz dengan cara yang bahkan belum terlalu jelas sebelum perang ini," jelasnya.

Ambisi besar negara-negara Barat untuk menggulingkan susunan pemerintahan di Iran juga terbukti hanya menjadi angan-angan kosong belaka.

Meskipun serangan gabungan AS-Israel sebelumnya sempat menewaskan sejumlah pemimpin kunci Iran, rezim yang sama tetap berdiri kokoh dengan tokoh-tokoh pengganti yang jauh lebih tangguh dan pantang diajak kompromi.

"Jadi, pada semua tujuan tersebut, kami tertinggal cukup jauh dari saat kami memulai perang ini," kata Benaim menyimpulkan keputusasaan Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB

AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu

AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:05 WIB

Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur

Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:36 WIB

Siapa Shamim Mafi? Sosialita Otak Transaksi Penyelundupan Senjata Senilai Rp1 T ke Sudan

Siapa Shamim Mafi? Sosialita Otak Transaksi Penyelundupan Senjata Senilai Rp1 T ke Sudan

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

×