Menteri PPPA Bongkar Data Mengejutkan Soal Ketimpangan Gender di Indonesia, Apa Saja?

Dwi Bowo Raharjo | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 11:17 WIB
Menteri PPPA Bongkar Data Mengejutkan Soal Ketimpangan Gender di Indonesia, Apa Saja?
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Suara.com/Lilis)
  • Menteri Arifah melaporkan Indeks Pembangunan Gender Indonesia tahun 2024 mencapai angka 91,85 dengan peningkatan yang lambat.
  • Data BPS 2024 menunjukkan Indeks Ketimpangan Gender sebesar 0,421 akibat kesenjangan kesehatan reproduksi, ekonomi, serta keterwakilan perempuan di parlemen.
  • Pemerintah mendorong perempuan menjadi subjek utama pembangunan nasional.

Suara.com - Menteri PPPA, Arifah Fauzi, memaparkan sejumlah data yang menunjukkan ketimpangan gender di Indonesia masih berlangsung hingga saat ini.

Ia mengungkap capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) memang menunjukkan tren peningkatan, namun belum signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka IPG pada tahun 2024 tercatat sebesar 91,85 yang menunjukkan bahwa capaian pembangunan perempuan relatif terus menunjukkan tren yang meningkat setiap tahun walaupun persentase peningkatannya berjalan lambat dalam satu dekade terakhir.

Sementara itu, ketimpangan masih terlihat dari Indeks Ketimpangan Gender (IKG).

“IKG pada tahun 2024 berada pada angka 0,421. Meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini tetap menunjukkan adanya ketimpangan dalam aspek kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi ekonomi perempuan," kata Arifah dalam pernyataan Hari Kartini 2026, Selasa (21/4/2026).

Arifah juga menyoroti persoalan konkret yang masih dihadapi perempuan, khususnya di sektor kesehatan dan ketenagakerjaan.

Perempuan yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan yang mencapai 24,8 persen, serta proporsi perempuan yang melahirkan pertama kali di usia kurang dari 20 tahun yang masih terjadi.

Sementara itu, di bidang ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan juga lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu sekitar 56,42 persen, dibandingkan laki-laki sebesar 84,66 persen.

Ilustrasi pekerja perempuan. [Ist]
Ilustrasi pekerja perempuan. [Ist]

Selain itu, keterwakilan perempuan di politik juga masih terbatas.

“Di bidang politik, keterwakilan perempuan di parlemen berada pada kisaran 15 persen pada DPRD tingkat Kabupaten Kota/kabupaten, 15 persen pada DPRD Provinsi dan 22 persen pada posisi legislator di DPR RI," tutur Arifah.

Menurut Arifah, pemerintah saat ini terus mendorong penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional agar tidak lagi sekadar menjadi penerima manfaat.

Arifah menegaskan pentingnya memastikan perempuan memiliki posisi strategis.

Dia menekankan bahwa perempuan harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan, bukan hanya sebagai objek.

“Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subyek berdaya yang mampu menentukan arah dan masa depan bangsa," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semangat Kartini Belum Tuntas, Menteri PPPA Ungkap Ketimpangan Gender Masih Nyata di Indonesia

Semangat Kartini Belum Tuntas, Menteri PPPA Ungkap Ketimpangan Gender Masih Nyata di Indonesia

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:10 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Oknum Polisi di Jambi, Menteri PPPA Minta Diadili di Peradilan Umum

Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Oknum Polisi di Jambi, Menteri PPPA Minta Diadili di Peradilan Umum

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:10 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:56 WIB

Terkini

11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang

11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:27 WIB

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB

Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!

Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB

Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan

Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:07 WIB

Media Belanda Soroti Kenapa Hari Kartini Tak Dijadikan Hari Libur Nasional?

Media Belanda Soroti Kenapa Hari Kartini Tak Dijadikan Hari Libur Nasional?

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:06 WIB

AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu

AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:05 WIB

Kapal Perang Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pantai Gaza

Kapal Perang Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pantai Gaza

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:56 WIB

Viral Polisi Injak Kepala Seorang Warga, Korban Ditarik dari Motor Sampai Terjatuh

Viral Polisi Injak Kepala Seorang Warga, Korban Ditarik dari Motor Sampai Terjatuh

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:51 WIB

Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur

Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB