-
Lufthansa membatalkan 20.000 penerbangan guna menghemat 40.000 ton bahan bakar jet musim panas ini.
-
Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga avtur dan ancaman kelangkaan energi di seluruh Eropa.
-
Maskapai mempensiunkan 27 pesawat dan menutup unit CityLine untuk menekan kerugian operasional perusahaan.
Dua unit Boeing 747 yang ikonik akan dikandangkan pada musim dingin ini sebelum benar-benar dipensiunkan pada tahun 2027.
Empat pesawat Airbus A340-600 juga dijadwalkan berhenti beroperasi secara permanen mulai bulan Oktober mendatang.
Langkah ini diambil setelah manajemen mengevaluasi biaya bahan bakar yang nilainya melonjak lebih dari dua kali lipat dari harga normal.
Selain faktor energi, Lufthansa juga tengah berjuang menyelesaikan perselisihan perburuhan dengan tenaga kerjanya yang menambah beban internal perusahaan.
Situasi ini berakar dari pemblokiran Selat Hormuz yang memutus sebagian besar aliran pasokan minyak mentah dari wilayah Timur Tengah.
Kondisi tersebut menciptakan efek domino yang memaksa maskapai melakukan efisiensi ketat demi menjaga keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian global.