Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

Arief Apriadi

Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB
Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran
Benjamin Netanyahu dikritik keras usai gencatan senjata dengan Iran. Oposisi Israel sebut militer Zionis gagal total karena bangsa Persia tetap tak terkalahkan. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Gencatan senjata yang didiktekan AS menjadi bukti kegagalan strategis Israel dalam menghadapi kekuatan dan ketangguhan Republik Islam Iran.
  • Oposisi Israel, Yair Lapid, mengakui rezim Iran tetap tidak terkalahkan dan terus menjadi ancaman nyata bagi pertahanan rezim Zionis.
  • Benjamin Netanyahu menghadapi krisis politik parah akibat kegagalan perang, skandal korupsi, hingga statusnya sebagai buronan kejahatan perang ICC.

Suara.com - Ilusi kemenangan cepat rezim Zionis atas Republik Islam Iran hancur berkeping-keping setelah Benjamin Netanyahu terpaksa menelan pil pahit berupa gencatan senjata ganda yang didiktekan oleh sekutunya, Amerika Serikat.

Alih-alih melumpuhkan kekuatan pertahanan Teheran seperti yang digembar-gemborkan, penghentian konflik ini justru menelanjangi kegagalan strategis Israel yang kini memicu gelombang kekecewaan besar di Tel Aviv.

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, dengan tajam menyoroti fakta bahwa bangsa Persia tetap tidak terkalahkan dan siap membalas setiap agresi, sehingga membuat posisi politik Netanyahu berada di ujung tanduk menjelang pemilu musim gugur mendatang.

Retorika Kosong Sang Perdana Menteri

Panglima militer Israel Eyal Zamir menegaskan bahwa pasukannya masih berada dalam kondisi perang di wilayah selatan Lebanon, sementara itu PM Israel Benjamin Netanyahu mulai melunak untuk membuka jalur diplomasi [Tangkap layar X]
Panglima militer Israel Eyal Zamir menegaskan bahwa pasukannya masih berada dalam kondisi perang di wilayah selatan Lebanon, sementara itu PM Israel Benjamin Netanyahu mulai melunak untuk membuka jalur diplomasi [Tangkap layar X]

Meskipun gagal mencapai tujuan militernya, "Bibi" Netanyahu tanpa henti terus memborbardir publik dengan narasi kemenangan palsu sesaat setelah AS secara sepihak mengumumkan gencatan senjata.

Sang Perdana Menteri sibuk melontarkan pernyataan superlatif untuk menutupi rasa malu atas ketidakmampuan pasukannya di lapangan.

"Kami telah melakukan perubahan bersejarah di Iran," kata Netanyahu dikutip dari Sweden Herald.

"Kami telah meraih keberhasilan yang luar biasa."

"Kami telah menghancurkan rezim tersebut."

baca juga

Realitas Pahit di Mata Oposisi

Klaim halusinasi tersebut langsung dimanfaatkan oleh pihak oposisi yang melihat peluang emas untuk mendulang suara rakyat yang frustrasi menjelang pemilihan umum mendatang.

Pemimpin oposisi Yair Lapid dari partai Yesh Atid secara terbuka membeberkan kelemahan fatal militer Israel dalam sebuah konferensi pers yang panas.

"Netanyahu memimpin kita pada kegagalan strategis total."

Lapid menegaskan bahwa dari semua kemungkinan yang ada, sang perdana menteri justru memberikan hasil yang paling buruk bagi negaranya sendiri.

"Rezim di Iran tidak terkalahkan, ancaman nuklir masih ada, dan rudal balistik serta roket Hizbullah masih diarahkan ke setiap rumah di Israel."

Kekalahan Strategis Melawan Ketangguhan Teheran

Israel dijadwalkan akan menggelar pemilihan umum paling lambat pada bulan Oktober, di mana berbagai jajak pendapat menunjukkan blok penguasa pimpinan Netanyahu kesulitan mempertahankan mayoritas di parlemen Knesset.

Profesor ilmu politik di Universitas Tel Aviv (TAU), Uriel Abulof, memprediksi bahwa jika pemilu diadakan hari ini, kelompok sayap kanan tersebut tidak akan mampu mencapai 61 kursi yang disyaratkan untuk membentuk pemerintahan fungsional.

Pada awalnya, agresi ke wilayah Iran yang sering dijuluki sebagai "perang impian Netanyahu" ini dianggap sebagai jalan keluar politis bagi sang perdana menteri yang sedang terancam oleh penurunan opini publik.

Jajak pendapat sempat menunjukkan dukungan tinggi dari publik Zionis untuk membombardir Iran dan Lebanon, dengan harapan Israel bisa meraih kemenangan mutlak atas Teheran yang akan mengamankan warisan politik Netanyahu.

Namun, ketangguhan militer Republik Islam Iran membalikkan ekspektasi tersebut, membuat mayoritas warga Israel kini menolak gencatan senjata dan merasa sangat dikhianati oleh janji palsu pemerintahnya.

Taktik Kebencian Menutupi Kegagalan

Uriel Abulof menjelaskan bahwa sebelumnya ada ekspektasi berlebihan bahwa perang akan mengarah pada kehancuran total program energi nuklir dan persenjataan rudal Iran.

"Tidak ada satupun dari hal itu yang terpenuhi. Jadi dalam hal itu, ada kekecewaan yang besar."

Terlepas dari kekacauan perang ini, Abulof masih meragukan apakah rentetan kegagalan tersebut akan benar-benar menumbangkan politisi berusia 76 tahun yang telah berkuasa selama 18 tahun itu di ajang pemilu.

Di dalam sebuah sistem demokrasi yang sejati, kegagalan memalukan semacam itu seharusnya sudah cukup untuk menggulingkan seorang pemimpin, namun masyarakat Israel saat ini tampaknya memiliki standar keadilan yang berbeda.

Para pendukung radikal Netanyahu yang kecewa diyakini hanya akan mencari pihak lain untuk dijadikan kambing hitam atas kekalahan telak dari Teheran.

Abulof menilai bahwa opini aktual masyarakat Israel pada berbagai isu sebenarnya hampir tidak penting jika dibandingkan dengan seberapa besar kebencian, ketakutan, dan perpecahan yang telah berhasil ditanamkan oleh Netanyahu.

Skandal Korupsi dan Status Buronan Perang

Di luar kegagalan militernya menghadapi perlawanan tangguh Republik Islam Iran, Perdana Menteri Israel ini juga tenggelam dalam pusaran krisis domestik dan internasional yang sangat serius.

Sejak tahun 2020, Benjamin Netanyahu telah diadili dalam tiga kasus terpisah yang melibatkan tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Politisi sayap kanan ini secara licik menggunakan perang Gaza dan konflik dengan Iran sebagai tameng untuk menunda proses hukumnya, bahkan secara diam-diam telah mengajukan permohonan grasi kepada Presiden Isaac Herzog akhir tahun lalu.

Pemerintahannya juga memicu kemarahan publik dengan mencoba mengesahkan perubahan komprehensif pada sistem peradilan yang mengalihkan kekuasaan hukum ke ranah politik partai.

Ia juga secara berkelanjutan terus menolak seruan penyelidikan independen atas insiden 7 Oktober 2023, karena takut memikul beban kritik akibat militer Zionis yang tertangkap basah tidak siap.

Puncaknya, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu pada November 2024 atas kejahatan perang di Gaza, menjadikannya buronan yang wajib ditangkap jika menginjakkan kaki di negara penandatangan Statuta Roma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:58 WIB

Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz

Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:51 WIB

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:38 WIB

Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan

Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:33 WIB

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:54 WIB

Terkini

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 21:00 WIB

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

×