IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 22 April 2026 | 18:34 WIB
IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget
Ketegangan di perairan dan wilayah daratan Timur Tengah memuncak setelah militer Iran melakukan tindakan tegas terhadap kapal komersial dan kelompok oposisi. (MME)
  • Iran menyita kapal MSC Francesca dan Epaminodes karena dugaan pelanggaran navigasi maritim.

  • Serangan drone Iran di Erbil melukai tiga pejuang dari kelompok pemberontak Kurdi.

  • Pihak oposisi Kurdi meminta perlindungan Amerika Serikat untuk menjaga keamanan wilayah Kurdistan.

"Teheran meluncurkan serangan dengan empat drone ke pangkalan-pangkalan," ungkap pernyataan resmi kelompok pengasingan tersebut.

Juru bicara kelompok PAK, Kalel Kani Sanani, memberikan rincian mengenai kondisi para personel yang menjadi korban.

Kepada AFP, Kalel Kani Sanani mengatakan bahwa para pejuang mengalami luka ringan, seraya menambahkan bahwa serangan itu terjadi di distrik Khabat, provinsi Erbil.

Meskipun luka yang diderita tidak fatal, serangan ini merusak fasilitas yang selama ini dihuni oleh para pejuang oposisi.

Kejadian ini menambah daftar panjang aksi militer Iran terhadap kelompok Kurdi sejak gencatan senjata dimulai pada awal April.

Iran secara konsisten menuding kelompok-kelompok bersenjata ini sebagai kepanjangan tangan dari kepentingan Barat dan Israel.

Perlindungan Internasional dan Koalisi Politik

Menanggapi tekanan militer tersebut, PAK mendesak adanya keterlibatan internasional untuk menjamin keamanan di wilayah tersebut.

PAK mengatakan bahwa merupakan kewajiban Presiden AS Donald Trump "untuk melindungi wilayah Kurdistan" selama gencatan senjata berlangsung.

Sebelum eskalasi ini meluas, lima kelompok pengasingan termasuk PAK telah membentuk koalisi politik yang solid.

Tujuan utama koalisi tersebut adalah untuk menggulingkan republik Islam Iran dan memperjuangkan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Kurdi.

Situasi ini semakin rumit karena Iran telah menetapkan organisasi-organisasi tersebut sebagai kelompok teroris yang berbahaya.

Ketegangan antara Iran dan kelompok Kurdi di Irak utara telah berlangsung selama puluhan tahun akibat perbedaan ideologi politik.

Wilayah otonomi Kurdistan di Irak sering menjadi lokasi pengungsian dan basis militer bagi pemberontak yang melarikan diri dari Iran.

Penyitaan kapal di Selat Hormuz juga merupakan instrumen geopolitik yang kerap digunakan Iran untuk menunjukkan kekuatan di hadapan sanksi internasional.

Dua insiden yang terjadi secara simultan ini mencerminkan strategi pertahanan Iran dalam menghadapi ancaman internal dan eksternal.

Kini stabilitas keamanan di wilayah Erbil dan jalur pelayaran internasional kembali berada dalam pengawasan ketat dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz

Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:29 WIB

Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran

Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:46 WIB

Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih

Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB