Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 25 April 2026 | 10:12 WIB
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia
Praka Rico Pramudia
baca 10 detik
  • Prajurit TNI Praka Rico Pramudia gugur akibat luka berat terkena ledakan artileri Israel.

  • Indonesia mengutuk serangan tersebut dan mengategorikannya sebagai kejahatan perang internasional yang serius.

  • Total empat prajurit TNI telah gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Suara.com - Duka mendalam kembali menyelimuti korps militer Indonesia setelah Praka Rico Pramudia dinyatakan meninggal dunia.

Prajurit ini menyerah pada luka parah yang dideritanya usai pangkalan tempatnya bertugas dihantam proyektil artileri Israel.

Kematian Rico menambah daftar panjang anggota TNI yang tewas di tengah memanasnya konflik perbatasan Lebanon.

Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat upacara pelepasan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat upacara pelepasan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]

Insiden berdarah ini menunjukkan betapa tingginya risiko keselamatan bagi personil penjaga perdamaian di wilayah konflik.

Gugurnya Rico menegaskan urgensi evaluasi total terhadap sistem keamanan di zona merah Lebanon Selatan.

PBB melalui misi UNIFIL telah menyampaikan pernyataan resmi atas berpulangnya prajurit tangguh asal Indonesia tersebut.

"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," demikian keterangan UNIFIL di akun X @UNIFIL_, Jumat (24/4/2026).

Istri Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar (tengah) menangis di atas peti jenazah saat penghormatan jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) setibanya di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/mrh/YU]
Istri Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar (tengah) menangis di atas peti jenazah saat penghormatan jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) setibanya di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/mrh/YU]

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan segera melayangkan kecaman paling keras terhadap serangan militer tersebut.

Kementerian Luar Negeri menilai tindakan penyerangan ke markas pasukan perdamaian sebagai tindakan kriminal luar biasa.

baca juga

Dunia internasional kini didesak untuk melihat aksi kekerasan ini sebagai ancaman serius bagi tatanan global.

Peristiwa tragis yang dialami Praka Rico bermula dari serangan mendadak ke pangkalan militer di wilayah Adchit Al Qusayr.

Saat itu, terjadi ketegangan bersenjata yang sangat tinggi antara tentara Israel dan kelompok milisi Hizbullah.

Rico segera dilarikan menggunakan fasilitas udara menuju Beirut untuk mendapatkan bantuan medis darurat di rumah sakit.

Sayangnya, meski telah dilakukan upaya penyelamatan medis maksimal, nyawa sang prajurit tidak dapat tertolong lagi.

Indonesia kembali menegaskan bahwa serangan terhadap simbol perdamaian dunia adalah pelanggaran yang tak termaafkan.

Kementerian Luar Negeri RI menyebut serangan ini sudah melampaui batas kewajaran dalam sebuah konflik bersenjata regional.

"Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, yang mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026," demikian pernyataan resmi Kemlu RI, Jumat (24/4).

Selain itu, posisi penjaga perdamaian seharusnya menjadi area yang steril dari sasaran tembak kelompok militer manapun.

"Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," ujarnya.

Sikap tegas ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi ratusan personil lain yang masih bertugas di sana.

Pihak berwenang saat ini tengah fokus untuk memulangkan jenazah almarhum ke tanah air dengan penghormatan negara.

"Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia. Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan," ucapnya.

Desakan agar PBB melakukan investigasi transparan dan akuntabel terus disuarakan oleh diplomat Indonesia di berbagai forum.

"Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Oleh karenanya, Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL," imbuhnya.

Gugurnya empat prajurit dalam waktu singkat menjadi alarm keras bagi komunitas internasional mengenai keselamatan tim UNIFIL.

Sepanjang bulan Maret 2026, situasi keamanan di Lebanon Selatan memburuk akibat baku tembak lintas batas yang melibatkan artileri berat.

Praka Rico Pramudia menjadi korban keempat setelah sebelumnya Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan juga gugur dalam rentetan serangan yang diduga berasal dari pihak militer Israel.

Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang pasukan perdamaian terbesar dalam misi UNIFIL yang bertujuan menjaga stabilitas di wilayah perbatasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:57 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×