Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran

Arief Apriadi

Selasa, 28 April 2026 | 09:31 WIB
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran
Peta dan Bendera Bahrain (Unsplash.com/MarkRubens)
  • Pemerintah Bahrain mencabut kewarganegaraan 69 warganya yang dituduh mendukung Iran serta mengancam keamanan nasional negara tersebut.
  • Keputusan yang diarahkan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa ini muncul pascaserangan Iran terhadap fasilitas militer di Bahrain.
  • Organisasi hak asasi manusia BIRD mengkritik kebijakan tersebut karena dinilai tidak transparan dan berpotensi melanggar hukum internasional.

Suara.com - Pemerintah Bahrain mencabut kewarganegaraan 69 warganya yang dituduh mendukung Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Dalam Negeri Bahrain setelah serangan balasan Iran terhadap sejumlah fasilitas militer di negara kepulauan itu.

Pemerintah menuduh puluhan warga tersebut menunjukkan simpati kepada Teheran dan berkolusi dengan pihak asing yang dianggap mengancam keamanan nasional.

Arahan itu disebut dikeluarkan langsung oleh Raja Hamad bin Isa Al Khalifa. Berdasarkan hukum Bahrain, kewarganegaraan dapat dicabut jika seseorang dinilai merugikan negara atau tidak setia kepada pemerintah.

Tuai Kritik dari Lembaga HAM

Ledakan di Jufair, Bahrain yang merupakan markas besar Armada ke-5 NAVY AS (kiri) dan peta serangan rudal Iran di wilayah Israel, Sabtu (28/2/2026) sore. [Suara.com]
Ledakan di Jufair, Bahrain yang merupakan markas besar Armada ke-5 NAVY AS (kiri) dan peta serangan rudal Iran di wilayah Israel, Sabtu (28/2/2026) sore. [Suara.com]

Menyitat Al Jazeera, Selasa (28/4/2026), kebijakan ini menuai kecaman dari Institute for Rights and Democracy (BIRD), organisasi hak asasi manusia yang berbasis di London.

BIRD menilai pencabutan kewarganegaraan tersebut berbahaya dan berpotensi melanggar hukum internasional.

Organisasi itu juga menyoroti minimnya transparansi dari pemerintah Bahrain, termasuk tidak dipublikasikannya identitas para warga yang terkena sanksi.

Hingga kini, belum diketahui apakah mereka telah ditahan atau berada di luar negeri. Status kewarganegaraan ganda para individu tersebut juga belum terungkap.

Sejumlah pengamat menilai langkah ini berpotensi memperburuk situasi hak asasi manusia di Bahrain.

Ketegangan dengan Iran Memanas

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah target di Teluk sebagai respons atas konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Bahrain menjadi salah satu sasaran karena menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat.

Iran menuduh beberapa negara Teluk, termasuk Bahrain, memberikan dukungan logistik bagi operasi militer Washington.

Serangan tersebut dilaporkan merusak sejumlah fasilitas militer di wilayah Bahrain sebelum akhirnya mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada awal April.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang

Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:06 WIB

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:24 WIB

Geger Aksi Aktivis HAM Eropa Kibarkan Bendera Iran di Laga AC Milan vs Juventus

Geger Aksi Aktivis HAM Eropa Kibarkan Bendera Iran di Laga AC Milan vs Juventus

Bola | Senin, 27 April 2026 | 15:08 WIB

Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran

Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran

News | Senin, 27 April 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB