Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 28 April 2026 | 12:57 WIB
Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu
Ilustrasi belanja online. (Dok: Shopee)
  • Lonjakan transaksi belanja online di Indonesia menyebabkan penumpukan limbah kemasan plastik dan kardus yang sulit didaur ulang.
  • Ketiadaan sistem pengelolaan sampah yang memadai dan regulasi lemah membuat konsumen kesulitan melakukan pemilahan limbah secara mandiri.
  • Greenpeace mendesak pemerintah dan platform e-commerce menciptakan regulasi mengikat guna menanggung tanggung jawab atas limbah kemasan tersebut.

Suara.com - Bagi Valen, Lebaran tak lagi sekadar soal silaturahmi. Setiap tahun, ada satu hal lain yang selalu datang bersamaan: tumpukan paket di depan rumahnya.

Hari-hari setelah Lebaran, halaman rumahnya nyaris tak pernah sepi dari kurir. Kardus demi kardus datang, dibungkus rapi dengan lapisan bubble wrap tebal. Promo besar-besaran membuatnya sulit menahan diri.

“Pas Lebaran ini banyak banget, promonya gede, bisa lebih dari 50 persen,” katanya.

Awalnya, semua terasa menyenangkan. Harga murah, barang datang utuh tanpa cacat. Namun euforia itu tak bertahan lama. Begitu satu per satu paket dibuka, yang tersisa justru tumpukan sampah.

Bubble wrap, plastik, kardus, menggunung di sudut rumah. Di titik itu, perasaan Valen berubah, dari puas menjadi gelisah.

Ilustrasi bubble wrap (Pexels/Blue Bird)
Ilustrasi bubble wrap (Pexels/Blue Bird)

Ia sadar ada yang salah, tetapi juga merasa tak punya banyak pilihan.

“Sejujurnya ada rasa concern ke lingkungan. Tapi aku mikir lagi, ada nggak sih kemasan yang aman tapi ramah lingkungan? Sejauh ini yang aku tahu belum ada,” ujarnya.

Valen terjebak dalam dilema yang diam-diam juga dialami banyak konsumen. Di satu sisi, ia ingin barangnya tetap aman selama pengiriman. Di sisi lain, ia harus berhadapan dengan limbah yang tak pernah benar-benar ia pilih.

Konsumen seperti Valen berada di ujung rantai konsumsi, menanggung konsekuensi dari sistem yang belum menyediakan alternatif yang lebih berkelanjutan.

Lonjakan sampah kemasan dari belanja online tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Greenpeace Indonesia menilai persoalan ini melibatkan banyak aktor, mulai dari platform e-commerce, perusahaan ekspedisi, hingga pelaku usaha.

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Di balik lonjakan transaksi digital, ada gelombang lain yang ikut membesar: sampah kemasan.

Sepanjang 2024, nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp10,29 triliun atau tumbuh 35,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan satu hal: belanja online telah menjadi bagian dari gaya hidup.

Namun di balik pertumbuhan itu, ada ongkos tersembunyi yang jarang terlihat. Penelitian berjudul Is Online Shopping Packaging Waste a Threat to the Environment?  menemukan bahwa belanja online menghasilkan hingga 4,8 kali lebih banyak limbah kemasan dibandingkan belanja offline untuk jumlah pengeluaran yang sama.

Artinya, setiap klik “checkout” bukan hanya menambah nilai transaksi, tetapi juga memperbesar beban lingkungan.

Juru bicara kampanye zero waste Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, menilai tanggung jawab terbesar justru berada di hulu, pada pihak yang mengendalikan sistem distribusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Self-Reward atau Pelarian? Kenapa Belanja Online Sering Jadi "Obat" Stres Gen Z

Self-Reward atau Pelarian? Kenapa Belanja Online Sering Jadi "Obat" Stres Gen Z

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:16 WIB

Makin Mudah, Ini Keuntungan Belanja Fashion Premium Secara Online

Makin Mudah, Ini Keuntungan Belanja Fashion Premium Secara Online

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 22:29 WIB

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB

Menambal Kebocoran Sistemis: Menakar Solusi Less Waste dari Hulu ke Hilir

Menambal Kebocoran Sistemis: Menakar Solusi Less Waste dari Hulu ke Hilir

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 19:25 WIB

Banyak Diskon, Mindset Less Waste Worth It untuk Jadi Rem saat Kalap?

Banyak Diskon, Mindset Less Waste Worth It untuk Jadi Rem saat Kalap?

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 13:11 WIB

Punya Kemasan Bekas Paket? Ini Cara Sederhana Memulai Gaya Hidup Less Waste

Punya Kemasan Bekas Paket? Ini Cara Sederhana Memulai Gaya Hidup Less Waste

Your Say | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:45 WIB

3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh

3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:02 WIB

Hidup Minim Sampah di Tengah Tren Belanja Online yang Tidak Ada Habisnya

Hidup Minim Sampah di Tengah Tren Belanja Online yang Tidak Ada Habisnya

Your Say | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:30 WIB

Alternatif Bubble Wrap, Bisakah Honeycomb Paper Wrap Menyelamatkan Masa Depan Belanja Online?

Alternatif Bubble Wrap, Bisakah Honeycomb Paper Wrap Menyelamatkan Masa Depan Belanja Online?

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:15 WIB

Belanja Online Kian Mudah, Sampah Bubble Wrap Makin Banyak: Kita Harus Apa?

Belanja Online Kian Mudah, Sampah Bubble Wrap Makin Banyak: Kita Harus Apa?

Your Say | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB