Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

Bangun Santoso

Selasa, 28 April 2026 | 21:46 WIB
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
Foto sebagai ILUSTRASI: Puncak peringatan seabad Nahdlatul Ulama (NU) di depan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023). [ Foto dok. PBNU]
baca 10 detik
  • Muktamar ke-35 NU memicu persaingan sengit antara lima poros kekuatan dalam memperebutkan kursi Rais Aam dan Ketua Umum.
  • Analisis HRM. Khalilur pada 28 April 2026 menyoroti upaya pengkondisian anggota AHWA guna menentukan arah kebijakan organisasi ke depan.
  • Potensi koalisi besar antarporos dapat memengaruhi hasil pemilihan, meskipun tradisi kiai sepuh tetap menjadi penentu utama Muktamar.

Suara.com - Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai menjadi sorotan. Meski secara organisatoris NU tidak mengenal istilah pasangan calon atau "paslon".

Namun, realita di lapangan dinilai menunjukkan adanya pergerakan poros kekuatan yang mulai mengerucut pada figur-figur tertentu.

Persaingan memperebutkan posisi Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah diprediksi akan berlangsung sengit seiring dengan kuatnya tarik-menarik kepentingan di internal organisasi Islam terbesar di dunia ini.

Warga NU, HRM. Khalilur, memberikan analisis mendalam mengenai arah pergerakan ini.

Menurutnya, pemilihan Rais Aam yang dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halliwal Aqdi (AHWA) tidak bisa dilepaskan dari siapa yang akan menduduki kursi Ketua Umum.

Kedua posisi ini merupakan satu kesatuan yang menentukan arah kebijakan PBNU ke depan.

"Dalam praktik politik organisasi, kepemimpinan NU tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu merupakan hasil dari konfigurasi dua poros sekaligus, Rais Aam dan Ketua Umum," ujar Khalilur dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Salah satu titik paling krusial dalam Muktamar kali ini adalah perebutan pengaruh dalam menentukan siapa saja kiai yang akan duduk di dalam keanggotaan AHWA.

Khalilur mengungkapkan bahwa saat ini sudah mulai terlihat pergerakan strategis yang melibatkan Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

baca juga

Pergerakan ini disebut-sebut bertujuan untuk memetakan komposisi kiai yang memiliki hak suara dalam menentukan Rais Aam.

Menurutnya, narasi mengenai upaya pengkondisian anggota AHWA ini memicu tensi tinggi di internal. Persaingan tajam mulai terlihat jelas antara kubu yang menginginkan KH Miftachul Akhyar untuk tetap bertahan di posisinya, berhadapan dengan kubu yang mendorong kembalinya KH Said Aqil Siradj untuk menduduki kursi Rais Aam.

'Rivalitas' dua figur besar ini menjadi magnet utama bagi para pemilik suara di tingkat wilayah maupun cabang.

Dia lantas menjelaskan, berdasarkan pengamatan dinamika terkini, setidaknya terdapat lima poros atau "paslon" yang mulai terbaca oleh publik dan warga nahdliyin.

Poros pertama adalah poros petahana yang direpresentasikan oleh Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Sebagai Ketua Umum saat ini, Gus Yahya dikabarkan tengah menjajaki komunikasi untuk mencari sosok Rais Aam yang dinilai tepat dan selaras dengan visi transformasinya di PBNU.

Poros kedua datang dari kekuatan Gus Ipul yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Poros ini memiliki kecenderungan kuat untuk mempertahankan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam.

Kedekatan strategis antara posisi Sekjen dan Rais Aam petahana menjadi modal kuat bagi poros ini dalam melakukan konsolidasi ke akar rumput.

 Tokoh Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy
Sosok warga Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy

Sementara itu, poros ketiga diidentifikasi sebagai jaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kelompok ini mengusung skema Ketua Umum tertentu dengan dorongan yang sangat kuat untuk menempatkan KH Said Aqil Siradj pada posisi Rais Aam.

Kehadiran poros ini membawa warna tersendiri mengingat sejarah panjang hubungan antara NU dan partai politik tersebut.

Selanjutnya, poros keempat muncul dari lingkungan Kementerian Agama.

Nama Menteri Agama Nazaruddin Umar mencuat sebagai calon kuat Ketua Umum yang didorong oleh gerbong ini. Sebagai tokoh intelektual dan birokrat yang memiliki akar kuat di NU, Nazaruddin Umar dinilai mampu menjadi figur pemersatu.

Terakhir, poros kelima adalah poros alternatif yang terdiri dari gabungan kekuatan kompromi. Poros ini diprediksi baru akan muncul secara terang-terangan di detik-detik akhir menjelang pembukaan Muktamar sebagai jalan tengah atas kebuntuan politik.

Khalilur juga menganalisis adanya potensi terbentuknya koalisi besar yang bisa mengubah peta kekuatan secara drastis.

Koalisi ini diprediksi muncul jika jaringan PKB, jaringan Kementerian Agama, dan figur karismatik seperti KH Said Aqil Siradj memutuskan untuk berpadu dalam satu barisan.

Jika tokoh-tokoh kunci seperti Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan Nazaruddin Umar bersatu, maka konstalasi pemilihan di Muktamar akan sangat dominan.

"Jika figur-figur ini benar-benar berpadu dalam satu konfigurasi, maka bukan tidak mungkin hasil Muktamar telah 'selesai' sebelum forum resmi berlangsung," katanya.

Meskipun kalkulasi politik di atas kertas terlihat sangat matematis, Khalilur mengingatkan bahwa NU memiliki tradisi unik yang sering kali di luar nalar politik formal.

Faktor kiai-kiai pesantren dan kiai sepuh tetap memegang kendali tertinggi sebagai penentu akhir. Karisma ulama sepuh dan aspirasi dari kiai kampung sering kali menjadi pemecah kebuntuan (deadlock) ketika persaingan
antarporos mencapai titik jenuh.

Tradisi penghormatan terhadap kiai sepuh inilah yang membuat hasil Muktamar NU selalu sulit ditebak hingga palu sidang terakhir diketuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:28 WIB

Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus

Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:34 WIB

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:33 WIB

Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum

Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:24 WIB

Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:12 WIB

Gus Lilur Minta KPK Hati-hati, Kasus Cukai Jangan Sampai Mematikan Industri Rokok Rakyat

Gus Lilur Minta KPK Hati-hati, Kasus Cukai Jangan Sampai Mematikan Industri Rokok Rakyat

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:15 WIB

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

News | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Terkini

Berapa Harga Serum Viva untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas? Ada 4 Pilihan

Berapa Harga Serum Viva untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas? Ada 4 Pilihan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:45 WIB

Minyak Mentah Meroket, Apakah Harga BBM Domestik Bakal Ikut Naik?

Minyak Mentah Meroket, Apakah Harga BBM Domestik Bakal Ikut Naik?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:44 WIB

Arti 3 Jari Telunjuk Tengah Manis, Ini Asal Usul Simbol Perlawanan Three-Finger Salute

Arti 3 Jari Telunjuk Tengah Manis, Ini Asal Usul Simbol Perlawanan Three-Finger Salute

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:33 WIB

Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri

Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:30 WIB

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:23 WIB

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:20 WIB

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:14 WIB

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 13:05 WIB

×