- Presiden Prabowo melakukan perombakan kabinet kelima pada April 2026 sebagai langkah strategis mengukuhkan kendali pemerintahannya.
- Penunjukan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman sebagai KSP bertujuan menjadi jembatan kompromi antara kubu Prabowo dan mantan Presiden Jokowi.
- Prabowo menegaskan otoritas kepemimpinannya kepada jajaran birokrasi guna meminimalisir risiko munculnya persepsi dwitunggal atau matahari kembar.
Langkah Prabowo yang cenderung lambat dalam memangkas pengaruh lama dianalisis sebagai cara seorang jenderal Kopassus dalam berpolitik, penuh perhitungan dan menghindari kegaduhan.
"Dia menyadari betul bahwa stabilitas di awal pemerintahannya ini tidak bisa dibangun hanya dengan kekuatan sendiri… Dia betul-betul ingin menjaga keseimbangan tidak ingin dirongrong. Karena itu dia pelan-pelan," pungkasnya. (Dinda Pramesti K)