- Presiden Prabowo Subianto menyoroti pihak yang ingin meninggalkan Indonesia saat meresmikan proyek hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
- Prabowo membantah narasi Indonesia gelap dengan menegaskan bahwa Indonesia saat ini merupakan salah satu negara paling aman dunia.
- Kepala negara berkomitmen tetap fokus bekerja demi kepentingan rakyat meskipun terdapat berbagai tantangan dan pihak yang mencoba mengganggu.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pihak-pihak yang ingin kabur dari Indonesia. Kepala negara sekaligus menyinggung narasi "Indonesia Gelap".
Mulanya, Prabowo mengatakan bahwa perjalanan bangsa Indonesia sudah panjang, ibarat long march.
Prabowo kemudian mengingatkan kembali tentang masa penjajahan di Indonesia. Selain itu, ia juga menyinggung adanya upaya adu domba, infiltrasi, hingga munculnya sejumlah pemberontakan di Tanah Air.
"Terus gerakan ini, gerakan itu terus kita dibikin apalagi. Indonesia gelap. Matanya burem, Indonesia gelap. Indonesia terang," kata Prabowo dalam sambutannya di acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Prabowo lantas menyoroti kelompok-kelompok yang ingin meninggalkan Indonesia.
"Ada yang mau kabur. Kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana?" kata Prabowo.
Prabowo juga menyindir orang-orang yang ia sebut pintar untuk kembali membaca. Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki posisi sebagai negara paling aman di dunia.
"Hei orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita, lihat lah kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya kabur saja, biar kita enggak gaduh," ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa ia ingin bekerja untuk rakyat, apa pun yang terjadi.
"Saudara-saudara apapun terjadi, kita hanya mau kerja untuk rakyat. Jadi saya ke sini untuk menghargai pekerjaan kalian. Saya terima kasih semua pihak yang menyiapkan, ini adalah usaha besar," ujarnya.