- Menteri Perang AS, Pete Hegseth, menghadapi kritik Kongres terkait arah dan efektivitas perang melawan Iran yang dimulai Februari lalu.
- Pentagon mengungkapkan biaya perang telah mencapai 25 miliar dolar AS untuk pengerahan aset dan penggunaan amunisi militer.
- Perdebatan muncul mengenai kontradiksi status nuklir Iran serta insiden serangan sekolah yang memicu polemik politik di Amerika Serikat.
Anggota DPR Ro Khanna menanyakan biaya misil yang digunakan dalam serangan tersebut, namun Hegseth menolak mengaitkan tragedi itu dengan angka pengeluaran perang.
“Insiden itu masih dalam penyelidikan. Saya tidak akan mengaitkan biaya dengan itu,” katanya.
Dalam sidang tersebut, Hegseth juga membela kondisi mental Trump setelah presiden AS itu sempat mengancam akan “menghancurkan seluruh peradaban” jika perang kembali pecah.
Saat ditanya apakah Trump layak secara mental menjadi presiden, Hegseth menjawab, “Dia adalah panglima tertajam dan paling visioner yang kami miliki dalam beberapa generasi.”