-
Pete Hegseth membela biaya perang Iran senilai 25 miliar dolar di hadapan Kongres Amerika.
-
Menhan AS menyebut kritik dari politisi Demokrat sebagai hambatan terbesar bagi keberhasilan misi.
-
Anggota Kongres mengkritik lonjakan anggaran militer dan dampak ekonomi akibat blokade laut Iran.
“Anda menyebutnya quagmire, memberikan propaganda kepada musuh-musuh kita? Memalukan bagi Anda atas pernyataan itu,” tambah Hegseth dengan nada tinggi.
Selain masalah biaya, pihak Demokrat juga menyoroti isolasi diplomatik setelah AS dinilai kerap menyinggung sekutu dekat seperti NATO dan Perancis.
Perdebatan memuncak saat Adam Smith mempertanyakan efektivitas serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang diklaim telah hancur total oleh Hegseth.
Smith juga menyinggung insiden penyerangan sekolah di Minab yang menelan korban jiwa sebanyak 168 orang, mayoritas adalah anak-anak.
Pemerintah dituduh tidak transparan dalam memberikan penjelasan terkait tragedi kemanusiaan tersebut sejak kampanye militer gabungan dimulai.
“Kami melakukan kesalahan, dan itu terjadi dalam perang,” ungkap Smith yang menyayangkan bungkamnya pemerintah selama dua bulan terakhir.
Meskipun dihujani kritik, sejumlah anggota Republik seperti Nancy Mace menyatakan kekaguman atas pencapaian militer di bawah kepemimpinan Hegseth.
Hegseth menutup argumennya dengan mengklaim bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir berkat tekanan maksimal yang dilakukan saat ini.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran ini bermula dari peningkatan operasi militer gabungan dengan Israel yang memicu blokade laut di Selat Hormuz.
Kondisi ini menyebabkan lonjakan harga bahan bakar global dan krisis ekonomi rumah tangga di Amerika akibat terganggunya jalur logistik utama.
Meskipun gencatan senjata rapuh sedang berlangsung, kehadiran tiga kapal induk AS di Timur Tengah menandakan ketegangan yang masih berada pada titik didih tertinggi dalam dua dekade terakhir.