-
Militer Israel menculik ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional Mediterania.
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengutuk keras aksi tersebut sebagai pelanggaran hukum laut internasional.
-
Sepuluh warga Malaysia turut ditahan dan pihak kerajaan menuntut jaminan keamanan tanpa kompromi.
Kekhawatiran muncul karena para aktivis yang ditahan kini dalam kondisi putus komunikasi total dengan pihak penyelenggara misi maupun keluarga.
"Malaysia mendesak agar semua pihak bertindak segera dan memastikan tak ada kekerasan terhadap semua para aktivis, termasuk 10 rakyat Malaysia yang kini ditahan dan putus komunikasi," jelas Anwar.
Pemerintah Malaysia menekankan bahwa tidak ada ruang kompromi bagi keselamatan nyawa para relawan yang tengah memperjuangkan hak warga Palestina.
"Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi," tegas Anwar Ibrahim dalam pernyataan resminya menyikapi situasi darurat di perairan Mediterania tersebut.
Misi ini sendiri melibatkan ratusan orang dari 70 negara berbeda, termasuk partisipasi aktif dari relawan asal Indonesia dan Malaysia.
Global Sumud Flotilla merupakan gerakan sipil internasional yang berangkat dari Barcelona dengan tujuan menembus blokade laut guna mengirim bantuan ke Gaza.
Misi kali ini melibatkan 65 kapal yang mengangkut berbagai kebutuhan dasar bagi warga sipil Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan.
Konflik memanas ketika Israel memutuskan untuk melakukan intervensi militer di perairan internasional yang berjarak ribuan kilometer dari garis pantai Gaza.