Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:34 WIB
Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green
Sinyal bahaya tinggi kini menyelimuti Inggris setelah pemerintah secara resmi menaikkan level ancaman terorisme nasional dari "Substantial" menjadi "Severe". (BBC)
baca 10 detik
  • Level teror Inggris naik ke posisi Severe karena potensi serangan sangat mungkin terjadi.

  • Serangan di Golders Green menjadi pemicu utama pengetatan keamanan nasional secara masif.

  • Pemerintah menambah anggaran keamanan guna melindungi komunitas yang menjadi sasaran terorisme.

Tersangka utama kasus Golders Green, Essa Suleiman, diketahui sempat masuk dalam pengawasan program antiteror "Prevent" pada tahun 2020.

Namun, rekam jejak menunjukkan bahwa kasusnya ditangguhkan pada tahun yang sama sebelum ia kembali melakukan aksi kekerasan pekan ini.

Kegagalan sistem pengawasan ini menjadi catatan serius bagi kepolisian dalam mengevaluasi efektivitas program deradikalisasi di Inggris.

Selain penusukan, tersangka juga diduga terlibat dalam insiden keamanan lainnya di wilayah London Tenggara pada hari sebelumnya.

Fakta ini memperkuat indikasi bahwa ancaman teror sering kali muncul dari individu yang sebelumnya sudah masuk dalam radar otoritas.

Perdana Menteri Sir Keir Starmer telah menjanjikan tambahan dana sebesar £25 juta untuk memperkuat pengamanan di sekolah dan rumah ibadah.

Langkah ini menyusul rentetan aksi vandalisme dan pembakaran ambulans milik lembaga amal Yahudi yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Wali Kota London, Sir Sadiq Khan, memastikan kehadiran personel kepolisian bersenjata akan lebih terlihat di titik-titik vital ibu kota.

Khan mengatakan, "Saya ingin meyakinkan semua warga London dan pengunjung bahwa kami melakukan segala kemungkinan untuk melindungi kota kami dan menjaga semua komunitas kami tetap aman."

baca juga

Tindakan tegas juga akan diambil terhadap organisasi atau individu yang terbukti menyebarkan narasi kebencian dan radikalisme di tanah Inggris.

Kenaikan status menjadi Severe terakhir kali terjadi pada November 2021 setelah peristiwa bom di Rumah Sakit Wanita Liverpool dan pembunuhan anggota parlemen Sir David Amess.

Penetapan level ini dilakukan secara independen oleh Joint Terrorism Analysis Centre (JTAC) berdasarkan data intelijen terbaru mengenai pola serangan ekstremis kanan dan global yang menyasar komunitas rentan di Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesumbar Mason Mount: Manchester United Siap Rajai Liga Inggris Musim Depan

Sesumbar Mason Mount: Manchester United Siap Rajai Liga Inggris Musim Depan

Bola | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:49 WIB

Mauricio Pochettino Sedih Melihat Tottenham Hotspur yang Sekarang

Mauricio Pochettino Sedih Melihat Tottenham Hotspur yang Sekarang

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 17:29 WIB

Degradasi dari Premier League, Burnley Resmi Berpisah dengan Pelatih Scott Parker

Degradasi dari Premier League, Burnley Resmi Berpisah dengan Pelatih Scott Parker

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 17:26 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×