Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?

Bangun Santoso

Jum'at, 01 Mei 2026 | 15:49 WIB
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?
Foto sebagai ILUSTRASI: Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026). (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026 mendatang memunculkan enam poros kekuatan utama yang bersaing memperebutkan posisi strategis.
  • Kontestasi diwarnai pola pencalonan berpasangan antara Ketua Umum dan Rais Aam dengan melibatkan berbagai kelompok kepentingan organisasi.
  • Jaringan PKB dan Kementerian Agama diprediksi mendominasi perolehan suara, namun peta politik masih bersifat cair dan dinamis.

Suara.com - Dinamika internal organisasi Nahdlatul Ulama (NU) kian menghangat menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Berbagai manuver politik organisasi mulai bermunculan, baik dalam bentuk pencalonan diri secara terbuka maupun pengusungan figur-figur strategis.

Warga NU sekaligus Kiai Kampung, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, memberikan analisis mendalam terkait peta kekuatan yang saat ini sedang berkembang di lapangan.

"Yang menarik, pola kontestasi kali ini semakin terang dibaca dalam format berpasangan, yakni antara calon Ketua Umum dan calon Rais Aam. Karena itu, tidak berlebihan jika kita menyebutnya sebagai paslon,” kata Gus Lilur dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Fenomena munculnya pasangan calon (paslon) ini menandai babak baru dalam kontestasi organisasi Islam terbesar di dunia tersebut.

Meskipun secara organisatoris Rais Aam dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Gus Lilur menuturkan bahwa dalam praktik politik organisasi, komposisi AHWA sering kali dikondisikan, dipengaruhi, bahkan diatur melalui relasi dan kepentingan yang melibatkan calon Rais Aam dan calon Ketua Umum.

"Saya mencermati dari dekat percaturan para aktor utama dalam Muktamar ke-35 ini. Dari hasil pencermatan tersebut, dinamika di lapangan saat ini dapat dibaca sebagai berikut," ungkapnya.

Enam Poros Kekuatan Menuju Muktamar NU ke-35

Berdasarkan pengamatan Gus Lilur, setidaknya terdapat enam poros utama yang mulai mengkristal. Poros pertama adalah petahana Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.

baca juga

"Pada posisi saat ini, ia sedang mencari pasangan untuk posisi Rais Aam yang dapat memperkuat basis dukungan sekaligus memperluas legitimasi," ujar Gus Lilur.

Strategi ini dianggap krusial bagi Gus Yahya untuk mempertahankan kepemimpinannya di periode kedua.

Poros kedua melibatkan Rais Aam petahana, KH Miftachul Akhyar, yang berada dalam konfigurasi bersama Sekretaris Jenderal petahana, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

"Pada tahap ini, keduanya tengah mencari figur yang akan diusung sebagai calon Ketua Umum," katanya.

Langkah ini menunjukkan adanya keinginan dari unsur pimpinan saat ini untuk tetap memegang kendali kebijakan organisasi.

Selanjutnya, poros ketiga muncul dari figur yang disokong oleh kekuatan penguasa, yakni Menteri Agama Nazaruddin Umar.

"Saat ini ia dalam proses mencari pasangan untuk posisi Rais Aam," imbuhnya.

Kehadiran Nazaruddin Umar dianggap membawa warna baru sekaligus representasi kekuatan teknokrat di lingkungan NU.

Poros keempat merupakan kekuatan besar yang disokong oleh jaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan IKA PMII.

Di dalam kelompok ini, kontestasi internal masih berlangsung dinamis di antara sejumlah nama seperti KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudhori, KH Imam Jazuli, dan KH Abdul Ghoffar Rozin.

"Namun satu hal yang relatif sudah mengerucut adalah pengusungan KH. Said Aqil Siradj sebagai calon Rais Aam," ucapnya.

Dua poros terakhir datang dari basis Jawa Timur. Poros kelima didorong oleh jejaring PWNU Jawa Timur yang memajukan KH Abdul Hakim Mahfuz atau Gus Kikin.

"Pada posisi saat ini, poros ini masih dalam tahap mencari pasangan untuk posisi Rais Aam," katanya.

Sementara poros keenam adalah KH Marzuki Mustamar yang juga berakar pada jejaring NU Jawa Timur.

"Berbeda dengan poros sebelumnya, konfigurasi ini sudah lebih jelas dengan memastikan dukungan kepada Said Aqil Siradj sebagai calon Rais Aam," jelasnya.

Dominasi Suara PKB-Kemenag

Jika dinamika aktor tersebut dilihat dari perspektif kekuatan suara, maka peta kontestasi menjadi semakin menarik untuk dibedah secara matematis. Gus Lilur memaparkan estimasi sebaran suara yang akan diperebutkan dalam Muktamar mendatang.

"Secara garis besar, jaringan PKB–IKA PMII diperkirakan memiliki sekitar 250 suara secara nasional," ujarnya.

Angka ini merupakan basis massa yang sangat signifikan mengingat kedekatan historis dan struktural antara PKB dan warga Nahdliyin.

Di sisi lain, jaringan yang beririsan dengan Kementerian Agama diperkirakan memiliki kekuatan sekitar 130 suara.

Pengusaha nasional asal Situbondo, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang dikenal sebagai Gus Lilur, mengungkapkan bahwa surat elektronik (surel) yang pernah ia kirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari pemerintah. [Dok Pribadi]
Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang dikenal sebagai Gus Lilur. [Dok Pribadi]

Sementara itu, jaringan petahana Ketua Umum diperkirakan menguasai sekitar 20 persen suara, atau sekitar 100 suara.

Rais Aam petahana bersama Sekjen petahana juga disebut memiliki basis sekitar 100 suara. Di luar peta tersebut, masih terdapat sekitar 70–80 suara yang dikategorikan sebagai suara mengambang (floating voters).

"Membaca peta ini, terlihat bahwa peluang kemenangan relatif lebih besar berada pada jaringan PKB–IKA PMII. Peluang tersebut akan semakin menguat apabila mampu membangun koalisi dengan jaringan Kementerian Agama," ungkapnya.

Jika kedua kekuatan besar ini berpadu, maka potensi suara yang dapat dihimpun bisa mencapai angka psikologis sekitar 400 suara, jumlah yang secara praktis sangat menentukan kemenangan.

Namun, Gus Lilur mencatat bahwa proses penyatuan ini tidaklah sederhana. Terdapat tarik-ulur kepentingan, di mana Menteri Agama memiliki ambisi untuk maju sebagai Ketua Umum namun belum memiliki pasangan Rais Aam.

Sementara jaringan PKB-PMII juga ingin mengusung calon Ketua Umum sendiri meski sudah solid pada posisi Rais Aam untuk Said Aqil Siradj.

"Di sinilah pertanyaan kompromi menjadi krusial. Apakah mungkin terjadi skenario di mana jaringan PKB–PMII melepas ambisi pada posisi Ketua Umum dan menyerahkan posisi tersebut kepada Nazaruddin Umar, untuk kemudian berpasangan dengan Said Aqil Siradj sebagai Rais Aam?" katanya.

Menurutnya, jika konfigurasi Nazaruddin Umar-Said Aqil Siradj ini benar-benar terwujud dan mendapat restu dari tokoh kunci seperti Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid, maka Muktamar NU bisa dikatakan sudah “selesai sebelum dimulai”.

Skenario Tandingan dan Independensi Organisasi

Meski poros PKB-Kemenag terlihat sangat kuat, Gus Lilur mengingatkan bahwa dinamika Muktamar NU tidak pernah berjalan dalam satu jalur tunggal.

Selalu ada kemungkinan munculnya poros tandingan yang mampu mengubah keadaan di menit-menit terakhir. Kekuatan petahana tidak boleh diremehkan begitu saja.

Dalam skenario tertentu, Yahya Cholil Staquf diprediksi dapat membangun pasangan alternatif dengan figur karismatik seperti KH Asep Saifuddin Chalim atau bahkan KH Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam.

Konfigurasi semacam ini dinilai berpotensi menjadi rival kuat bagi poros Nazaruddin–Said.

"Selain itu, tidak dapat diabaikan juga kemungkinan munculnya pasangan lain, seperti KH Zulfa Mustofa yang berpasangan dengan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam," ujar dia.

Peluang pasangan alternatif dari Jawa Timur juga tetap terbuka, seperti duet KH Marzuki Mustamar dengan KH Ma'ruf Amin yang memiliki basis kultural luas.

"Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah: apakah para kandidat dalam jaringan PKB–IKA PMII seperti Gus Rozin, Salam, Jazuli, dan Yusuf bersedia melepas ambisi untuk posisi Ketua Umum demi membuka jalan bagi Nazaruddin Umar dalam kerangka koalisi yang lebih besar?" katanya.

"Ataukah Muhaimin Iskandar tetap akan mendorong konfigurasi sendiri tanpa kompromi?" sambungnya.

Di tengah hiruk-pikuk hitung-hitungan suara, Gus Lilur menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi.

"Kita harus belajar dari Muktamar sebelumnya, bahwa ketika intervensi penguasa masuk, maka kepemimpinan NU hancur lebur," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Muktamar ke-35 harus menjadi momentum bagi NU untuk tetap berdiri sebagai organisasi yang mandiri dan tidak menjadi alat politik praktis bagi kepentingan kekuasaan jangka pendek.

"Semoga Muktamar ke-35 benar-benar menjadi ruang untuk mengembalikan NU sebagai organisasi yang berdaulat, bermartabat, dan bebas dari intervensi. Mari wujudkan NU yang berdikari dan bebas intervensi. Sebab hanya dengan begitu, NU bisa berdiri kokoh sebagai kekuatan moral bangsa," pungkasnya.

Dengan peta yang masih sangat cair, arah masa depan NU kini bergantung pada keputusan-keputusan strategis yang akan diambil oleh para pemegang suara di forum tertinggi organisasi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:46 WIB

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:28 WIB

Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus

Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:34 WIB

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:33 WIB

Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum

Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:24 WIB

Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:12 WIB

Gus Lilur Minta KPK Hati-hati, Kasus Cukai Jangan Sampai Mematikan Industri Rokok Rakyat

Gus Lilur Minta KPK Hati-hati, Kasus Cukai Jangan Sampai Mematikan Industri Rokok Rakyat

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:15 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×