- Amien Rais mengkritik kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Seskab Teddy Indra Wijaya yang dianggap melampaui batas profesionalitas kerja.
- Amien melontarkan tuduhan terkait moralitas Teddy dan mendesak Presiden Prabowo segera memecatnya demi menjaga legitimasi pemerintahan saat ini.
- Peringatan tersebut disampaikan sebagai upaya mencegah hilangnya kepercayaan publik yang dapat menyebabkan pemerintahan Prabowo-Gibran runtuh sebelum masa jabatan berakhir.
Suara.com - Tokoh Reformasi Amien Rais melontarkan kritik tajam terkait kedekatan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Dalam pernyataan terbarunya, Amien secara gamblang membawa isu moralitas serius, bahkan menyinggung sejarah kaum Nabi Luth dalam menyoroti hubungan kedua tokoh tersebut.
Amien Rais mengawali pernyataannya dengan menekankan bahwa akhlak dan etika adalah fondasi sentral sebuah negara. Mengutip hadis tentang penyempurnaan akhlak dan prinsip hukum “there is no law without morality”, Amien menilai fondasi pemerintahan saat ini sedang terancam.
"Berdasarkan pendapat atau opini masyarakat seperti bisa kita pantau, ternyata Teddy itu seorang Gay seperti kaum Nabi Luth pada zaman dulu, lebih menyukai atau mencintai sesama laki-laki," ujar Amien Rais dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di saluran medianya.
Sebut Hubungan Sudah "Offside"
Mantan Ketua MPR RI tersebut menilai kedekatan antara Prabowo dan Teddy sudah melewati batas profesionalitas kerja antara seorang Presiden dan Sekretaris Kabinet. Ia menyebut hubungan tersebut sudah masuk dalam kategori "offside" dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Bahkan, Amien mengutip klaim adanya lirik lagu tentang "cinta segitiga" yang disebut-sebut dinyanyikan oleh Titiek Prabowo sebagai bentuk sindiran atas kedekatan tersebut. Ia juga menyinggung adanya julukan "Bunda Ted" yang disematkan kepada Teddy oleh pihak-pihak tertentu sebagai bahan kelakar yang memprihatinkan.
"Saya ikut malu membicarakan kedua orang ini. Tetapi kalau tidak ada tindakan yang jelas dan tegas, saya khawatir pemerintahan Prabowo bisa bubar di tengah jalan," tegasnya.
Peringatan Kehilangan Legitimasi
Amien memperingatkan Presiden Prabowo bahwa pembiaran terhadap isu ini dapat berujung pada hilangnya kepercayaan politik (political trust) dari rakyat. Jika kepercayaan itu hilang, menurutnya, legitimasi pemerintahan Prabowo-Gibran akan runtuh sebelum masa jabatan berakhir.
"Artinya tidak sampai satu periode, duet Prabowo-Gibran sudah mangkrak. Saya usulkan agar Pak Prabowo secara ksatria, tegas, dan meyakinkan melepaskan diri dari 'lendotan' si Teddy yang berbahaya itu," tambah Amien.
Desak Pemecatan Segera
Di akhir pernyataannya, Amien Rais meminta agar Presiden Prabowo segera mengambil langkah ekstrem dengan memecat Teddy Indra Wijaya dari posisi Sekretaris Kabinet dan menggantinya dengan sosok yang dianggapnya "normal".
"Tendang Teddy sejauh mungkin, Pak Prabowo. Kemudian kasihkan jabatan yang cukup mentereng buat dia sebagai kompensasi, tetapi tidak bisa menjadi orang yang dekat dengan Prabowo karena Pak Prabowo nanti kena imbasnya," pungkas mantan Danjen Kopassus tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun Teddy Indra Wijaya terkait tudingan dan desakan yang dilontarkan oleh Amien Rais tersebut.