- Hujan deras selama dua hari di negara bagian Pernambuco dan Paraiba, Brasil, menewaskan sedikitnya enam orang warga.
- Bencana banjir dan longsor tersebut memaksa sekitar 3.300 penduduk mengungsi dari rumah mereka di sejumlah wilayah terdampak.
- Pemerintah Brasil menetapkan status siaga maksimum dan siap mengerahkan bantuan untuk menangani dampak cuaca ekstrem tersebut.
Suara.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah timur laut Brasil menewaskan sedikitnya enam orang dan memaksa ribuan warga mengungsi setelah banjir serta longsor melanda sejumlah kota di negara bagian Pernambuco dan Paraiba.
Otoritas setempat menyatakan cuaca ekstrem telah berlangsung selama dua hari berturut-turut.
Di Pernambuco, empat korban jiwa dilaporkan tewas akibat banjir dan longsor yang menghantam kawasan metropolitan Recife serta kota tetangga Olinda.
Sekitar 1.500 warga di wilayah tersebut juga dilaporkan kehilangan tempat tinggal atau terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Sementara di Paraiba, dua orang lainnya meninggal dunia setelah hujan deras memicu kerusakan di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota negara bagian, Joao Pessoa, dan Campina Grande.
Pemerintah menyebut sekitar 1.800 warga terdampak telah mengungsi dari rumah masing-masing.
Pusat Nasional Manajemen Risiko dan Bencana Brasil mengaku telah mengeluarkan 22 peringatan darurat selama periode cuaca ekstrem tersebut.
Status operasional penanganan bencana pun dinaikkan ke level siaga maksimum menyusul prakiraan hujan lanjutan di kawasan terdampak.
Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, mengatakan pemerintah pusat terus memantau situasi dan siap mengerahkan bantuan bagi daerah terdampak.
“Pemerintah terus memantau situasi untuk memberikan seluruh bantuan yang diperlukan,” ujar Lula dalam pernyataannya dilansir dari Aljazeera.
Bencana terbaru ini menambah daftar panjang cuaca ekstrem mematikan di Brasil dalam beberapa tahun terakhir.
Studi terbaru menunjukkan frekuensi hujan ekstrem dan bencana hidrometeorologi di negara tersebut meningkat tajam dalam beberapa dekade terakhir.