Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 04 Mei 2026 | 11:46 WIB
Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz
Iran ajukan 14 poin syarat damai termasuk pencabutan sanksi AS dan penghentian blokade laut. (bbc)
  • Iran mengajukan 14 tuntutan perdamaian termasuk penarikan pasukan AS dan penghentian blokade laut.

  • Teheran menolak keras usulan pembukaan Selat Hormuz dan tetap mempertahankan posisi militer mereka.

  • Blokade Amerika Serikat melumpuhkan pendapatan minyak Iran dan mengancam penutupan sumur-sumur energi.

Suara.com - Iran menyodorkan 14 poin proposal perdamaian yang menuntut Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi dan mengakhiri blokade laut di pelabuhan Iran.

Tuntutan tersebut mencakup penarikan militer Washington dari kawasan Timur Tengah serta penghentian seluruh agresi, termasuk operasi Israel di Lebanon.

Dikutip dari AP, Pakistan kini berperan aktif mendorong komunikasi langsung antara Washington dan Teheran guna meredakan ketegangan yang kian meruncing.

Iran waspada serangan AS dan siap membalas penyitaan kapal kargo di Teluk Oman segera. (GEMINI AI)
Iran waspada serangan AS dan siap membalas penyitaan kapal kargo di Teluk Oman segera. (GEMINI AI)

Upaya mediasi ini diperkuat dengan pertemuan tatap muka yang telah difasilitasi Pakistan pada bulan lalu bagi kedua belah pihak.

Kutipan resmi keamanan menyebutkan bahwa pesan-pesan diplomatik terus mengalir melalui perantara Islamabad untuk menghindari konfrontasi yang lebih luas.

Di sisi lain, Donald Trump menawarkan skema pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi seperlima perdagangan minyak dunia.

Wilayah perairan strategis ini juga menjadi jalur utama distribusi gas alam serta komoditas pupuk yang sangat dibutuhkan sektor pertanian global.

Ilustrasi Selat Hormuz [Suara.com/AI-HD]
Ilustrasi Selat Hormuz [Suara.com/AI-HD]

Namun, Teheran menunjukkan sikap keras dengan menolak mentah-mentah usulan untuk mengembalikan status jalur tersebut ke kondisi sebelum perang.

"Iran tidak akan mundur dari posisi kami di Selat Hormuz, dan itu tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang," tegas Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad.

Pemerintah Amerika Serikat membalas dengan memberikan peringatan keras kepada perusahaan pelayaran internasional yang berani melintasi jalur tersebut.

Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi bagi siapapun yang membayar biaya transit kepada Iran, baik dalam bentuk uang maupun aset digital.

Sejak pertengahan April, blokade angkatan laut Amerika Serikat telah mencekik arus pendapatan minyak yang sangat krusial bagi ekonomi Iran.

Komando Pusat AS melaporkan bahwa setidaknya 49 kapal komersial telah dipaksa putar balik guna memastikan isolasi ekonomi berjalan efektif.

Tekanan finansial ini membuat pendapatan harian Iran dari sektor pelayaran merosot tajam ke angka yang sangat rendah.

“Kami pikir mereka mendapatkan kurang dari $1,3 juta dalam bentuk tol, yang merupakan jumlah yang sangat kecil dibandingkan pendapatan minyak harian mereka sebelumnya,” ungkap Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.

Kondisi ini diprediksi akan memaksa Iran melakukan langkah ekstrem pada fasilitas produksi energi mereka dalam waktu dekat.

Bessent menambahkan bahwa kapasitas penyimpanan minyak Iran kini hampir mencapai batas maksimal akibat terhentinya arus ekspor ke luar negeri.

“Mereka harus mulai menutup sumur-sumur, yang kami perkirakan bisa terjadi dalam minggu depan,” jelas Menteri Keuangan AS tersebut.

Situasi ini menempatkan Iran dalam posisi sulit antara mempertahankan kedaulatan maritim atau menghadapi kebangkrutan ekonomi total.

Krisis ini berpotensi mengganggu stabilitas pasar energi global jika jalur Selat Hormuz tetap terjebak dalam kebuntuan diplomatik.

Ketegangan ini berakar pada blokade laut yang dipimpin Amerika Serikat sejak 13 April untuk memutus pendanaan militer Iran.

Konflik semakin meluas melibatkan operasional militer Israel di Lebanon dan perebutan kendali atas Selat Hormuz sebagai urat nadi energi dunia.

Iran kini menggunakan syarat diplomatik 14 poin sebagai posisi tawar untuk memulihkan kondisi ekonomi mereka yang terpuruk akibat sanksi internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Kargo di Selat Hormuz Mulai Diserang, Dihantam Proyektil Misterius

Kapal Kargo di Selat Hormuz Mulai Diserang, Dihantam Proyektil Misterius

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:31 WIB

Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini

Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:41 WIB

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:27 WIB

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:05 WIB

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:38 WIB