Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
Pohon Eucalyptus (Pexels/Gis photography)

Suara.com - Kulit kayu eukaliptus sering kali hanya dikupas dari batangnya lalu dibuang sebagai limbah. Namun, melalui penelitian terbaru Universitas RMIT, para peneliti mengungkapkan bahwa kulit kayu eukaliptus adalah solusi atas permasalahan lingkungan. Kulit ini dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu membersihkan air tercemar, menyaring udara kotor, dan menangkap karbon dioksida.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Biomass and Bioenergy. Dikutip dari Phys.org, kulit kayu ini dapat diubah menjadi bentuk karbon berpori yang memerangkap polutan saat air atau udara mengalir melewatinya.  

Mengubah Limbah Menjadi Filter

Efektivitas material ini terletak pada struktur jaringan pori mikroskopis yang terbentuk setelah pemrosesan. Dalam sistem filtrasi, molekul polutan yang terbawa dalam aliran air atau udara akan terperangkap dan tertahan di dalam ruang-ruang kecil tersebut. Karbon berpori semacam ini sebenarnya sudah umum digunakan dalam sistem pembersihan udara dan pengolahan gas industri. Namun, penelitian RMIT menonjolkan penggunaan biomassa spesifik dari pohon eukaliptus.

Pemimpin eksperimen sekaligus peneliti PhD, Pallavi Saini, mencatat bahwa kinerja kulit kayu eukaliptus cukup signifikan meskipun berasal dari bahan sisa.

"Biasanya biomassa dianggap sebagai limbah bernilai rendah, tetapi dengan proses sederhana kami mampu mengubahnya menjadi material berpori tinggi dengan kinerja adsorpsi yang kuat," kata Saini. "Ini menunjukkan bagaimana biomassa yang selama ini diabaikan dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat," tambahnya.

Tim peneliti menggunakan proses aktivasi satu langkah yang relatif sederhana untuk menghasilkan karbon berpori. Metode ini dinilai lebih efisien dibandingkan jalur multi-tahap konvensional yang biasa dilakukan karena memerlukan infrastruktur tambahan dan konsumsi energi yang lebih tinggi.

Mengapa Kulit Kayu Eukaliptus?

Dr. Deshetti Jampaiah menjelaskan bahwa pemilihan kulit kayu eukaliptus didasarkan pada ketersediaan bahan baku yang melimpah, terutama di Australia yang merupakan rumah bagi lebih dari 900 spesies pohon eukaliptus. Ia juga mengatakan bahwa pendekatan ini memiliki kekuatan pada kesederhanaannya.

"Kami mengubah bahan limbah yang tersedia secara luas menjadi karbon fungsional dengan kinerja yang menjanjikan, tanpa bergantung pada langkah-langkah pemrosesan yang rumit. Hal ini menjadikannya sangat relevan untuk aplikasi lingkungan di dunia nyata," kata Jampaiah

Karena bahan ini diambil dari sisa kegiatan kehutanan yang sudah berjalan, produksinya tidak mengganggu lahan pertanian pangan, sehingga selaras dengan prinsip ekonomi sirkular. Penelitian selanjutnya akan bekerja sama dengan masyarakat adat dan organisasi lokal yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai karakteristik berbagai spesies eukaliptus. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi spesies mana yang paling optimal untuk dijadikan material karbon fungsional.

Potensi Implementasi di Masa Depan

Berdasarkan data penelitian, material ini memiliki potensi aplikasi yang luas di berbagai sektor lingkungan. Nantinya, kulit kayu eukaliptus dapat digunakan untuk memurnikan air limbah dan pengolahan air tanah yang terkontaminasi, menyaring udara dan gas pada skala industri, sebagai sistem filtrasi titik penggunaan untuk komunitas di wilayah terpencil, dan menangkap karbon dioksida.

Meskipun hasilnya menjanjikan, Profesor Suresh Bhargava AM menekankan bahwa penerapan di dunia nyata masih memerlukan penelitian lanjutan. Evaluasi lebih mendalam diperlukan untuk menguji daya tahan material, kemampuan regenerasi, serta efektivitas ketika diproduksi dalam skala industri yang lebih besar.

"Di CAMIC, kami menggabungkan inovasi ekonomi sirkular dengan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus membimbing generasi peneliti berikutnya untuk memastikan pekerjaan tersebut tetap bermakna," jelas Profesor Bhargava.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Serum Lokal Vitamin C untuk Cegah Kulit Kusam dan Lelah Akibat Polusi

4 Serum Lokal Vitamin C untuk Cegah Kulit Kusam dan Lelah Akibat Polusi

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 18:20 WIB

Vietnam Uji Coba Larangan Motor Bensin di Pusat Kota Hanoi, Langkah Serius Tekan Polusi Udara

Vietnam Uji Coba Larangan Motor Bensin di Pusat Kota Hanoi, Langkah Serius Tekan Polusi Udara

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:40 WIB

Hari Bumi 2026: Refleksi di Tengah Kepungan Kabut dan Ancaman Karhutla

Hari Bumi 2026: Refleksi di Tengah Kepungan Kabut dan Ancaman Karhutla

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:29 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB