- Pemerintah Indonesia merencanakan konversi penggunaan gas rumah tangga dari LPG ke CNG .
- Kementerian ESDM memastikan masyarakat tidak perlu mengganti kompor lama.
- Saat ini pemerintah sedang melakukan uji coba tabung CNG bertekanan tinggi untuk menjamin aspek keselamatan.
Ia bahkan mengaku sudah menyaksikan langsung penggunaan tabung CNG tipe tertentu yang dapat langsung dipasang tanpa modifikasi tambahan pada kompor rumah tangga.
“Saya sudah menyaksikan langsung penggunaan (tabung) tipe 1, itu valve-nya langsung bisa, bahkan tidak ada lagi modifikasi di kompor. Langsung plug and play, nyala kompor itu dengan CNG. Dan apinya lebih biru malah kalau saya perhatikan,” kata Laode.
Meski demikian, pemerintah masih melakukan tahap uji coba terhadap tabung CNG ukuran kecil. Hal ini penting karena karakteristik tekanan gas CNG berbeda cukup jauh dibandingkan LPG sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
Proses uji coba tabung CNG rumah tangga diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Pemerintah juga masih mengkaji skema subsidi apabila program konversi nantinya benar-benar dijalankan.
Pemerintah mengklaim CNG memiliki keunggulan karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.