-
Hantavirus memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dan sulit dibandingkan virus Covid-19.
-
Pasien dari kapal MV Hondius telah diisolasi secara ketat di Leiden University Medical Centre.
-
Tim medis Belanda memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani potensi penyebaran virus tersebut.
Suara.com - Ancaman penyebaran Hantavirus yang muncul di kapal pesiar MV Hondius dipastikan memiliki risiko penularan jauh lebih rendah dibandingkan pandemi Covid-19.
Leiden University Medical Centre kini menjadi pusat penanganan utama bagi pasien yang terinfeksi virus dari kapal tersebut.
Dikutip dari France24, Karin Ellen Veldkamp selaku kepala divisi penyakit menular menyatakan kesiapan fasilitasnya untuk mengantisipasi adanya tambahan pasien baru.
![Pemerintah Argentina mulai menyelidiki kemungkinan negaranya menjadi sumber wabah hantavirus mematikan yang menyerang sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/97245-hantavirus.jpg)
Otoritas medis menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan mengenai potensi ledakan kasus global.
Mekanisme infeksi virus ini sangat bergantung pada kondisi spesifik dan bukan merupakan ancaman respirasi yang masif.
Saat ditanya mengenai kekhawatiran Hantavirus bisa menjadi Covid-19 baru, Veldkamp berkata: "Tidak, tidak seperti itu. Penyakit ini tidak mudah menular dari orang ke orang."

Meskipun terdapat indikasi transmisi terbatas di atas kapal, intensitas penyebarannya tetap dianggap tidak mengkhawatirkan bagi publik luas.
Veldkamp menambahkan: "Kami tahu (penularan dari orang ke orang) mungkin saja terjadi dan kami curiga hal itu telah terjadi di kapal... tetapi ini tidak seperti Covid, (penularan) jauh lebih sulit."
Identitas dan detail kondisi klinis pasien yang masuk sejak Rabu malam tetap dijaga kerahasiaannya oleh pihak rumah sakit.
Fasilitas medis di Belanda telah dilengkapi dengan standar keamanan tinggi untuk menangani patogen serupa secara rutin.
Veldkamp menegaskan: "Prinsip kami adalah kami memberikan perawatan yang baik kepada pasien. Kami tidak menolak untuk masuk (ke ruang isolasi). Kami hanya terlatih dengan baik untuk melakukan hal itu dengan cara yang aman."
Pasien akan tetap berada di ruang isolasi ketat selama tanda-tanda klinis penyakit masih terlihat jelas.
Proses pembebasan isolasi hanya akan dilakukan setelah hasil uji laboratorium menunjukkan status negatif pada tubuh pasien.
Dokter meyakini bahwa tingkat penularan akan hilang sepenuhnya seiring dengan pulihnya kondisi fisik penderita.
Veldkamp berujar: "Kami tidak tahu persis berapa lama seseorang dapat membawa virus tersebut. Namun kami berasumsi bahwa setelah seseorang merasa lebih baik, mereka tidak lagi menular."