-
Donald Trump menolak proposal damai Iran dan menyebutnya sebagai tawaran yang tidak dapat diterima.
-
Iran menegaskan tidak akan menyerah dan menuntut ganti rugi serta kedaulatan Selat Hormuz.
-
Harga minyak dunia melonjak tajam akibat ancaman keamanan jalur energi dan kegagalan negosiasi.
Militer Iran kini memperingatkan adanya opsi kejutan jika pihak lawan melakukan kesalahan perhitungan dalam mengambil langkah ofensif.
“Opsi yang mengejutkan” ini disebut akan menyasar area-area yang selama ini tidak pernah diantisipasi oleh pihak intelijen musuh.
Pemimpin Agung baru Iran juga dikabarkan telah memberikan instruksi operasional militer yang sangat menentukan bagi pasukan di lapangan.
“Opsi yang mengejutkan jika musuh membuat kesalahan perhitungan lagi, yang menyatakan bahwa agresi di masa depan akan membawa konflik ke area yang tidak diantisipasi oleh musuh,” peringat juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia.
Kini sorotan dunia tertuju pada pertemuan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Xi Jinping yang akan segera berlangsung di Beijing.
Konflik ini berakar dari perang sepuluh minggu yang melumpuhkan Selat Hormuz dan memutus rantai pasok energi global secara signifikan.
Amerika Serikat bersikeras agar Iran menghentikan total program nuklirnya selama 20 tahun, sementara Iran hanya bersedia melakukan pembatasan jangka pendek dengan syarat sanksi ekonomi dicabut sepenuhnya.
Ketegangan ini semakin rumit dengan adanya keterlibatan proksi regional dan serangan pesawat tanpa awak yang menyasar infrastruktur serta kapal kargo di perairan internasional.