Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut

Galih Prasetyo | Suara.com

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:15 WIB
Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut
Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut [Istimewa]
  • Lima turis asal Italia tewas saat melakukan ekspedisi menyelam di dalam gua bawah laut kawasan Vaavu Atoll, Maladewa.
  • Seorang mahasiswi selamat setelah membatalkan penyelaman dan kini menjadi saksi kunci bagi penyelidikan pihak kepolisian Maladewa tersebut.
  • Pakar menduga tragedi disebabkan oleh keracunan oksigen atau kepanikan saat berada di dalam gua pada kedalaman 50 meter.

Suara.com - Peristiwa tragis dialami oleh enam orang turis asal Italia saat berlibur di kawasan Vaavu Atoll, Maladewa.

Lima dari enam turis Italia itu seperti dilansir dari laporan NY Post tewas setelah melakukan ekspedisi scuba diving.

Satu-satunya orang yang selamat dari rombongan tersebut diketahui batal menyelam beberapa saat sebelum kelompoknya masuk ke gua bawah laut sedalam sekitar 160 kaki atau hampir 50 meter.

Korban selamat merupakan seorang mahasiswi dari University of Genoa.

Korban selamat dilaporkan sudah mengenakan perlengkapan menyelam, namun memutuskan tetap berada di atas kapal yacht ketika rombongan lain mulai turun ke dasar laut.

Media Italia melaporkan mahasiswi tersebut kini menjadi saksi kunci untuk membantu penyelidikan detik-detik terakhir sebelum kecelakaan maut itu terjadi.

Ilustasi  wisata Maladewa.[pexels.com]
Ilustasi wisata Maladewa.[pexels.com]

Hingga kini, alasan dirinya membatalkan penyelaman belum diketahui secara pasti.

Lima korban yang meninggal dunia terdiri dari profesor biologi kelautan Monica Montefalcone dan putrinya, Giorgia Sommacal, yang baru berusia 20 tahun.

Tiga korban lain adalah Muriel Oddenino, Gianluca Benedetti, dan Federico Gualtieri.

Seluruh korban dilaporkan tidak kembali ke permukaan setelah memasuki gua bawah laut dekat Pulau Alimatha.

Cuaca buruk sempat menghambat proses pencarian lanjutan pada Jumat.

Pihak kepolisian Maladewa kini masih menyelidiki penyebab pasti tragedi tersebut.

Sejumlah pakar menduga insiden dipicu keracunan oksigen atau kepanikan di bawah laut.

“Kemungkinan ada sesuatu yang bermasalah dengan tabung oksigen,” kata ahli paru-paru dari University Hospital of Verona, Claudio Micheletto, kepada media Italia Adnkronos.

Ia menjelaskan keracunan oksigen atau hyperoxia menjadi salah satu kondisi paling mematikan dalam aktivitas penyelaman.

“Kematian akibat toksisitas oksigen adalah salah satu kematian paling dramatis yang bisa terjadi saat menyelam,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Italian Society of Underwater and Hyperbaric Medicine, Alfonso Bolognini, menyebut kepanikan di ruang sempit bawah laut bisa berakibat fatal.

“Di dalam gua pada kedalaman 50 meter, cukup satu masalah kecil atau serangan panik untuk memicu kekacauan,” kata Bolognini.

Menurutnya, kepanikan dapat membuat air menjadi keruh sehingga jarak pandang hilang total.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kesalahan fatal saat proses evakuasi atau pencarian jalan keluar dari gua bawah laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Long Weekend Belum Usai, Coba Sensasi Jadi Pembalap F1 Mulai Rp35 Ribu

Long Weekend Belum Usai, Coba Sensasi Jadi Pembalap F1 Mulai Rp35 Ribu

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:54 WIB

Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Tren Rumah Liburan Eksklusif Kian Dilirik Kalangan Elite Indonesia

Tren Rumah Liburan Eksklusif Kian Dilirik Kalangan Elite Indonesia

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:45 WIB

Liburan Seru di Roxy Square Jember: dari Rumah ke Kidz Creative Playground

Liburan Seru di Roxy Square Jember: dari Rumah ke Kidz Creative Playground

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Minta Seluruh Aparat Harus Memperbaiki Diri, Prabowo: Jangan Jadi 'Backing' Narkoba dan Judi!

Minta Seluruh Aparat Harus Memperbaiki Diri, Prabowo: Jangan Jadi 'Backing' Narkoba dan Judi!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:14 WIB

Gus Ipul Apresiasi Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat yang Semakin Sehat dan Berprestasi

Gus Ipul Apresiasi Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat yang Semakin Sehat dan Berprestasi

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:12 WIB

Gus Ipul Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati

Gus Ipul Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:03 WIB

Milad ke-84 Jusuf Kalla, Anies Baswedan: Ambon, Poso, dan Aceh Adalah 'Sidik Jari' Pak JK

Milad ke-84 Jusuf Kalla, Anies Baswedan: Ambon, Poso, dan Aceh Adalah 'Sidik Jari' Pak JK

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:42 WIB

Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak

Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:04 WIB

JK Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Pikiran Beliau Masih Sangat Diperlukan Bangsa Ini

JK Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Pikiran Beliau Masih Sangat Diperlukan Bangsa Ini

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:27 WIB

Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja

Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:37 WIB

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:15 WIB

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:49 WIB

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:40 WIB