- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunjuk Mayor Jenderal Roman Gofman sebagai direktur baru badan intelijen Mossad.
- Penunjukan Gofman memicu kontroversi karena dinilai kurang berpengalaman dalam operasi intelijen oleh direktur saat ini.
- Gofman sebelumnya menjabat Sekretaris Militer Perdana Menteri serta aktif dalam berbagai operasi militer Pasukan Pertahanan Israel.
Jejak Kontroversial Roman Gofman
Pada April 2024, Gofman sempat menulis dokumen internal yang mendorong pembentukan administrasi militer Israel di Jalur Gaza.
Meski kemudian pihak militer Israel menegaskan itu merupakan pandangan pribadi, dokumen tersebut memicu perhatian luas.
Sebulan kemudian, Netanyahu resmi mengangkatnya sebagai Sekretaris Militer Perdana Menteri.
Dalam posisi itu, Gofman terlibat dalam komunikasi Israel dengan Rusia terkait potensi runtuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah.
Ia juga disebut memainkan peran penting dalam inisiatif rahasia Israel terkait pengelolaan bantuan kemanusiaan untuk Gaza selama perang 2023–2024.