- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan misi kemanusiaan BoP dan ISF di Gaza tertunda akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dengan Iran.
- Inisiatif yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump tersebut kini terhambat oleh dinamika geopolitik yang tidak menentu di wilayah Gaza.
- TNI tetap menyiagakan brigade komposit sebagai bentuk komitmen Indonesia menunggu arahan mandat internasional untuk melaksanakan misi penyelamatan di Gaza.
Suara.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa inisiatif internasional untuk misi penyelamatan di Gaza, yakni Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF), saat ini dalam kondisi tertinggal atau left behind.
Hal tersebut dipicu oleh eskalasi konflik yang sangat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026), Sjafrie menjelaskan, bahwa BoP awalnya terbentuk atas inisiatif Presiden AS Donald Trump dengan tujuan kemanusiaan di Palestina.
“Inilah upaya yang dilakukan oleh Presiden AS untuk melakukan bagaimana kita melakukan upaya penyelamatan terhadap kemanusiaan dan politik di Gaza," kata Sjafrie.
Namun, Sjafrie menyebutkan bahwa situasi geopolitik saat ini menghambat implementasi rencana tersebut. Ketegangan antara Washington dan Teheran membuat program BoP dan ISF tidak berjalan sesuai rencana awal.
“Namun, dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Iran yang sangat tinggi, sehingga BoP cenderung left behind. Nah, karena BoP left behind, ISF juga left behind," ujarnya.
Meski inisiatif dari pihak Amerika Serikat belum memberikan arahan implementasi yang konkret, Sjafrie menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen dan siap siaga.
Sebagai negara yang masuk dalam daftar ISF, TNI telah menyiapkan pasukan khusus yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.
“Panglima TNI sudah menyiapkan brigade komposit untuk geostrategi dan geopolitik dan inisiatif Presiden As belum mendapatkan suatu arahan implementasi, maka sampai saat ini ISF kita masih standby. Tapi di dalam negeri Panglima sudah melakukan kegiatan-kegiatan," tuturnya.
Sjafrie memastikan bahwa meski proses di tingkat internasional masih mengalami hambatan, persiapan di internal TNI terus dilakukan agar Indonesia siap menjalankan peran kemanusiaan jika mandat internasional telah siap dijalankan.