Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:41 WIB
Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah
Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Puan Maharani. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Prabowo memuji peran PDI Perjuangan sebagai penyeimbang pemerintahan melalui fungsi pengawasan konstruktif di DPR RI.
  • Puan menegaskan PDI Perjuangan berkomitmen memberikan kritik membangun demi memastikan kebijakan pemerintah tepat sasaran bagi kesejahteraan rakyat.
  • Meskipun berada di luar koalisi, PDIP memprioritaskan kualitas masukan kebijakan dibandingkan jumlah suara dalam parlemen Indonesia.

Suara.com - Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, memberikan apresiasi atas pujian terbuka yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengenai peran PDI Perjuangan di luar pemerintahan.

Ia menegaskan, bahwa posisi partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri tetap fokus pada pengawasan demi kepentingan rakyat.

Puan menyampaikan, bahwa peran yang diambil PDI Perjuangan adalah untuk memastikan program-program pemerintah tetap berjalan di jalur yang tepat melalui masukan-masukan yang positif.

"Terima kasih, tentu saja kami sangat mengapresiasi hal tersebut bahwa dukungan dan apa yang dilakukan oleh PDIP Perjuangan tentu saja akan selalu dilakukan dengan cara-cara yang memang akan selalu kami lakukan untuk, ya,” ujar Puan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

"Seperti yang Pak Presiden sampaikan, bahwa memberi masukan atau memberikan kritik yang konstruktif untuk agar pemerintah bisa menjalankan program-program dan kebijakannya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Puan menjelaskan bahwa kritik yang dilontarkan PDI Perjuangan bukan ditujukan untuk menjatuhkan atau memberikan dampak negatif terhadap jalannya pemerintahan.

"Jadi, kritiknya adalah kritik konstruktif yang membangun, bukan kritik untuk, apa namanya, secara negatif, namun justru memberikan masukan yang positif,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai tantangan menjalankan fungsi kontrol di parlemen, mengingat rasio suara PDI Perjuangan yang berada di angka satu banding tujuh di tengah koalisi pemerintahan yang besar, Puan menekankan bahwa kualitas masukan jauh lebih penting daripada sekadar jumlah suara.

"Ini bukan apa bicaranya apa satu banding tujuh, namun apa yang kami berikan sebagai masukan adalah masukan untuk bisa memberikan sesuatu hal yang menjadi masukan yang konstruktif,” jelasnya.

baca juga

Ia juga menambahkan bahwa perjuangan PDI Perjuangan di parlemen bukan lagi soal persaingan kekuasaan, melainkan demi perbaikan kebijakan publik.

"Jadi, bukan kemudian kalah atau menang, tapi justru memberikan masukan agar ada perbaikan,” pungkasnya.

Prabowo Puji PDIP

Sebelumnya, momen menarik terjadi dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026).

Di penghujung pidatonya, Presiden Prabowo Subianto secara khusus melontarkan pujian dan rasa terima kasih kepada PDI Perjuangan (PDIP) atas perannya di luar pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto dan Ketum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Instagram)
Presiden Prabowo Subianto dan Ketum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Prabowo sempat mengapresiasi pilihan politik PDIP yang tetap menjadi penyeimbang pemerintah. (Instagram)

Prabowo mengawali pernyataan tersebut dengan mengakui pentingnya fungsi pengawasan (check and balances) dalam sistem demokrasi di Indonesia.

Ia mengapresiasi pilihan politik PDIP yang tetap menjadi penyeimbang pemerintah.

"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," kata Prabowo.

Prabowo pun berseloroh mengenai perasaannya saat menerima kritik tajam dari para kader partai berlambang banteng tersebut. Meski terasa pedas, ia mengaku kritik tersebut justru menyelamatkan jalannya pemerintahan.

"Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu. Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita, Saudara-saudara sekalian," tuturnya.

Dalam suasana yang riuh dengan tawa anggota dewan, Prabowo juga menceritakan bagaimana ia menginstruksikan para menterinya untuk tidak diskriminatif dalam urusan tender atau proyek pembangunan, meskipun pihak yang terlibat berafiliasi dengan PDI-P.

"Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas tapi tanya saya selalu mengatakan menteri menteri minta petunjuk pak ini bagaimana ada pryek ada tender tapi di belakangnya PDIP," kata Prabowo disambut riuh tawa anggota dewan yang hadir.

"Tapi kalau jawaban saya tidak ada masalah kalau dia menang menang aja jangan kita lihat latar belakangnya bener?," sambung Prabowo.

Sikap objektif ini, menurut Prabowo, ia pelajari dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia mengenang kebaikan Megawati yang pernah membantunya saat ia sedang tidak memiliki jabatan atau kekuasaan.

"Tenang aja karena waktu saya ngak berkuasa waktu saya ngak berkuasa ibu megajuga bantu saya di bidang ekonomi. Enggak saya mau terbuka saya ngak berkuasa wkatu itu alias lontang lantung lah. Ibu megawati Soekarnoputri putri interfensi mengatakan kalau memang prabowo yang menang tender itu jangan diganggu diteruskan," kenang Prabowo sambil menunjukkan gestur mengatupkan kedua tangan ke arah Ketua DPR RI Puan Maharani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons

Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:34 WIB

Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati

Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:44 WIB

Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!

Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:40 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×