Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB
Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza
Sembilan relawan kemanusiaan Indonesia berhasil dibebaskan dari penahanan militer Israel melalui diplomasi intensif. (GSF)
baca 10 detik
  • Sembilan relawan kemanusiaan Indonesia berhasil dibebaskan dari penahanan militer Israel lewat diplomasi intensif.

  • Proses evakuasi para WNI menuju tanah air berjalan lancar berkat dukungan penuh Pemerintah Turki.

  • Indonesia mengecam keras perlakuan tidak manusiawi militer Israel yang melanggar hukum humaniter internasional.

Suara.com - Jalur diplomasi luar negeri Indonesia kembali menunjukkan taji dalam melindungi warga negaranya di zona konflik internasional. Sembilan WNI yang juga aktivis kemanusiaan yang sempat disandera oleh otoritas militer Israel di perairan dekat Siprus akhirnya dibebaskan zionis.

Kini, kesembilan warga negara Indonesia (WNI) tersebut dilaporkan telah keluar dari wilayah teritorial Israel.

Mereka sudah mendarat di Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan penerbangan menuju tanah air.

Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan Warga Negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan ke Tanah Air,” jelas Sugiono Kamis malam.

Kementerian Luar Negeri berkomitmen memantau pergerakan fisik para relawan secara langsung.

Pengawalan ketat dilakukan guna memastikan kepulangan mereka berjalan tanpa hambatan birokrasi tambahan.

Pewarta foto senior, Yogi Ardhi memegang foto Pewarta Foto Republika Thoudy Badai salah satu jurnalis yang diculik Israel saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Pewarta foto senior, Yogi Ardhi memegang foto Pewarta Foto Republika Thoudy Badai salah satu jurnalis yang diculik Israel saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

Penyelamatan ini tidak terjadi secara instan, melainkan lewat negosiasi tingkat tinggi yang bergerak cepat.

Kementerian Luar Negeri langsung menggerakkan Direktorat Pelindungan WNI begitu kabar pencegatan kapal bantuan mencuat ke publik.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini," ungkap Sugiono.

baca juga

Kolaborasi strategis dengan Ankara menjadi kunci penting runtuhnya barikade penahanan Israel. Jaringan perwakilan diplomatik Indonesia di berbagai negara sekutu juga dioptimalkan demi menekan otoritas Tel Aviv.

Langkah cepat ini menuai pujian karena mampu memitigasi risiko keamanan yang dihadapi para relawan. Pemerintah membuktikan bahwa perlindungan warga negara di luar negeri tetap menjadi prioritas hukum tertinggi.

Meskipun berhasil dibebaskan, kondisi fisik dan psikologis para korban kini menjadi sorotan utama.

Kekerasan di balik dinding ruang tahanan Israel menyisakan cerita pilu bagi para penyintas.

Informasi dari lapangan menyebutkan para aktivis mengalami tekanan hebat serta perlakuan yang merendahkan martabat manusia. Beberapa korban bahkan dilaporkan menderita cedera fisik akibat tindakan represif aparat bersenjata selama masa interogasi.

Menanggapi fakta brutal tersebut, Jakarta langsung melayangkan protes diplomatik yang sangat keras. Tindakan militer Israel dinilai telah mengangkangi konvensi global tentang perlindungan pekerja kemanusiaan.

"Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi," tegas Sugiono.

Sikap tegas Indonesia ini sekaligus menggalang opini dunia untuk menolak normalisasi kekerasan di wilayah konflik.

Pemerintah menyerukan investigasi menyeluruh atas insiden yang mencederai nilai-nilai universal tersebut.

Kini, fokus utama pemerintah adalah memulihkan trauma yang dialami oleh para delegasi kemanusiaan tersebut.

Setibanya di Indonesia, mereka akan langsung mendapatkan penanganan medis dan psikologis yang komprehensif.

Peristiwa ini bermula saat rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 bergerak membawa bantuan logistik darurat.

Rombongan yang berisi tenaga medis serta jurnalis tersebut berniat menembus blokade demi menyalurkan obat-obatan ke Gaza.

Namun, pada 18 hingga 19 Mei 2026, armada kemanusiaan sipil ini dicegat secara paksa oleh pasukan Israel.

Insiden penangkapan yang memicu kecaman global tersebut terjadi di wilayah perairan bebas internasional dekat Siprus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkini

Pegawai Rutan Depok Dibayar Rp1 Juta Tiap Bawa Sabu untuk Napi

Pegawai Rutan Depok Dibayar Rp1 Juta Tiap Bawa Sabu untuk Napi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bikin Publik Heboh: Loker Saja Minimal S1, Kok Bisa?

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bikin Publik Heboh: Loker Saja Minimal S1, Kok Bisa?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Apakah Air Mawar Bisa Menghilangkan Flek Hitam?

Apakah Air Mawar Bisa Menghilangkan Flek Hitam?

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal

Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal

Bali | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Gol Perdana Dean James untuk Timnas Indonesia Lahir di Final, Suasananya Bikin Merinding

Gol Perdana Dean James untuk Timnas Indonesia Lahir di Final, Suasananya Bikin Merinding

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

U by Prodia Luncurkan U-Buddy, Integrasikan Data dari Berbagai Wearable dalam Satu Aplikasi

U by Prodia Luncurkan U-Buddy, Integrasikan Data dari Berbagai Wearable dalam Satu Aplikasi

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Setelah New York, LPDP Jakarta Buka Jalan ke Kampus Top Seoul

Setelah New York, LPDP Jakarta Buka Jalan ke Kampus Top Seoul

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Review Bird in Hand: Pulang Demi Pernikahan, Kembali pada Luka Lama

Review Bird in Hand: Pulang Demi Pernikahan, Kembali pada Luka Lama

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Tas Penumpang Diaduk-aduk, Aksi Porter Bandara Ngurah Rai Sikat Uang Belasan Juta Terekam CCTV

Tas Penumpang Diaduk-aduk, Aksi Porter Bandara Ngurah Rai Sikat Uang Belasan Juta Terekam CCTV

Bali | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Kenapa MK Tak Kabulkan Gugatan Meski Gibran Tak Punya Ijazah Setara SMA?

Kenapa MK Tak Kabulkan Gugatan Meski Gibran Tak Punya Ijazah Setara SMA?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:53 WIB

×