Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB
Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik
Pewarta foto senior, Yogi Ardhi memegang foto Pewarta Foto Republika Thoudy Badai salah satu jurnalis yang diculik Israel saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
baca 10 detik
  • Sembilan WNI relawan Flotilla Gaza menjalani pemeriksaan forensik komprehensif setelah tiba di Istanbul, Turkiye.

  • Para korban mengalami penyiksaan fisik berupa pemukulan hingga penyetruman selama ditahan oleh militer Israel.

  • Pemerintah Indonesia menjamin pemulangan segera dilakukan setelah seluruh prosedur medis dan hukum selesai.

Suara.com - Sembilan WNI relawan kemanusiaan asal Indonesia yang ditahan otoritas Israel kini harus melewati pemeriksaan medis dan hukum intensif di Istanbul, Turkiye. Langkah ini krusial untuk mendokumentasikan bukti kekerasan fisik yang mereka alami selama berada di dalam penjara Zionis Israel.

Pemeriksaan komprehensif ini melibatkan proses visum serta pengumpulan testimoni resmi oleh otoritas kedokteran forensik setempat. Pemerintah Indonesia memastikan hak-hak para korban terpenuhi sebelum mereka diterbangkan kembali menuju tanah air.

Tim kejaksaan Istanbul mengawal langsung investigasi ini guna melengkapi berkas penyelidikan internasional terkait insiden penyergapan kapal kemanusiaan tersebut. Pendataan rekam medis menjadi prioritas utama untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologis seluruh peserta pelayaran.

Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turkiye,” ucap Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama merespons pertanyaan terkait proses pemulangan para WNI, melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Jumat.

Diplomat tertinggi Indonesia di Turkiye tersebut menegaskan bahwa koordinasi pemulangan terus berjalan tanpa hambatan birokrasi. Kehadiran negara dipastikan melekat sejak para relawan menginjakkan kaki di bandara udara Istanbul.

“Secepatnya akan kita pulangkan ke tanah air jika proses di Turkiye sudah selesai,” kata Dubes Rizal.

Angkatan Laut Israel mencegat armada kapal kemanusiaan internasional 'Global Sumud Flotilla' yang sedang menuju Gaza. Insiden ini memicu kekhawatiran global setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan oleh pasukan militer. (Global Sumud Flotilla)
Angkatan Laut Israel mencegat armada kapal kemanusiaan internasional 'Global Sumud Flotilla' yang sedang menuju Gaza. Insiden ini memicu kekhawatiran global setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan oleh pasukan militer. (Global Sumud Flotilla)

Laporan berkala mengenai kondisi terkini para aktivis kemanusiaan terus mengalir ke Jakarta melalui saluran komunikasi diplomatik resmi. Hambatan utama saat ini hanyalah penyelesaian regulasi domestik yang diwajibkan oleh pemerintah Turkiye.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah juga menyatakan bahwa sebelum penerbangan kembali ke tanah air, para WNI tersebut perlu menyelesaikan sejumlah prosedur terlebih dahulu di Istanbul.

"Yang pasti akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai," ujar Heni.

baca juga

Prosedur ketat di Institut Kedokteran Forensik Istanbul sengaja ditempuh untuk mengumpulkan bukti valid mengenai pelanggaran hak asasi manusia. Kesaksian awal dari para penyintas menunjukkan adanya tindakan tidak manusiawi dari sipir dan tentara pendudukan.

Konjen Darianto mengatakan, mereka mengaku dipukuli, ditendang, dan disetrum saat ditahan.

Kekejaman fisik tersebut memicu kecaman luas dan memperkuat urgensi perlindungan bagi misi kemanusiaan internasional di masa depan. Saluran komunikasi darurat juga telah dibuka agar para korban bisa langsung terhubung dengan keluarga mereka di Indonesia.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memantau langsung perkembangan situasi ini melalui panggilan video interaktif dengan para korban. Pemerintah berkomitmen mengawal kasus ini dan memastikan pemulihan trauma berjalan optimal pasca-evakuasi.

Insiden memilukan ini bermula ketika para aktivis kemanusiaan dari berbagai negara tergabung dalam gerakan Global Sumud Flotilla 2.0. Misi pelayaran ini bertujuan menembus blokade ilegal dan menyalurkan bantuan logistik penting bagi warga Gaza.

Namun, kapal-kapal kemanusiaan tersebut justru disergap secara brutal oleh pasukan militer Israel di perairan internasional pada awal pekan. Seluruh kru dan relawan ditangkap secara paksa, sebelum akhirnya dideportasi menuju wilayah Turkiye setelah melalui tekanan diplomasi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Terkini

Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI

Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI

Kaltim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:45 WIB

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional

BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional

Sumbar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:34 WIB

BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton

BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?

Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

×