Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:10 WIB
Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel
Sutrawati Kaharuddin menceritakan komunikasi terakhirnya dengan putranya, Andi Angga Prasadewa, relawan Rumah Zakat yang ditangkap Israel [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
  • Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla mengalami kekerasan fisik dan disetrum saat ditahan Israel.

  • Para relawan kemanusiaan telah berhasil dievakuasi ke Istanbul, Turki dalam kondisi fisik stabil.

  • Pemerintah Indonesia menjamin pengawalan ketat untuk memulangkan seluruh relawan secepat mungkin ke Tanah Air.

Suara.com - Sebanyak Sembilan relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya berhasil keluar dari wilayah konflik setelah sempat ditahan oleh otoritas Israel.

Saat ini, seluruh warga negara Indonesia WNI tersebut dilaporkan telah mendarat di Istanbul, Turki, dalam pengawasan ketat pihak kekonsuleran.

Penyiksaan kejam membayangi penahanan mereka, di mana para relawan dipastikan mendapat tindakan kekerasan fisik yang sangat agresif dari militer Israel.

Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

Kementerian Luar Negeri melansir bahwa intimidasi yang dialami para aktivis kemanusiaan ini meliputi pukulan, tendangan, hingga penggunaan alat setrum listrik.

Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, memberikan rincian resmi mengenai kondisi terkini para pejuang kemanusiaan tersebut.

"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla), telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat."

Pernyataan bersyukur tersebut disampaikan langsung melalui video yang diunggah oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono di akun media sosialnya.

Meskipun secara umum dinyatakan sehat, Darianto tidak menampik adanya trauma fisik berat akibat perlakuan interogasi di luar batas kemanusiaan.

Konjen RI menegaskan aksi kekerasan yang tidak dapat dibenarkan tersebut berlangsung selama beberapa hari di dalam ruang tahanan.

Darianto membeberkan fakta mengerikan mengenai represi yang diterima para delegasi kemanusiaan domestik selama masa penyanderaan.

"Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik; ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum."

Fokus diplomasi perlindungan kini sepenuhnya diarahkan pada percepatan administrasi untuk memulangkan rombongan relawan ke tanah air.

Perwakilan diplomatik di Istanbul memastikan hak-hak logistik dan pemulihan psikologis terpenuhi sebelum mereka terbang ke Jakarta.

Darianto berjanji birokrasi pemulangan tidak akan berbelit-belit demi keselamatan dan kenyamanan para korban yang masih syok.

"Nanti kami akan mengupayakan kepulangan saudara-saudara kita ke Tanah Air dalam kesempatan pertama."

Proses evakuasi dari wilayah konflik menuju pos transit di Turki terlaksana berkat kerja sama taktis antarpemerintah dengan menyewa pesawat khusus.

Setibanya di bandara transit, saluran komunikasi darurat langsung tersambung dengan otoritas tertinggi Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengapresiasi keteguhan para relawan dan langsung memantau situasi visual mereka lewat sambungan digital.

"Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call."

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan satu pun warga negara telantar di area konflik internasional pasca-insiden kemanusiaan ini.

Sebagai latar belakang, Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan pergerakan aktivisme laut internasional yang bertujuan menembus blokade demi menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Penahanan sepihak dan kekerasan oleh tentara Israel terhadap aktivis sipil memicu kecaman luas serta mengaktifkan alarm darurat perlindungan WNI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Terkini

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:56 WIB

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB