Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:09 WIB
Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?
Krisis Iklim di India. [Unsplash]

Suara.com - Krisis iklim tidak hanya memicu banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem, tetapi juga mengubah hubungan antara laki-laki dan perempuan di dalam rumah tangga.

Tekanan ekonomi akibat perubahan iklim mendorong migrasi besar-besaran dari pedesaan ke perkotaan di sejumlah negara Asia Selatan, yang pada akhirnya menggeser peran, tanggung jawab, hingga pola pengambilan keputusan dalam keluarga.

Dilansir dari The Conversation, peneliti Nitya Rao bersama timnya melakukan survei dan wawancara terhadap hampir 1.200 rumah tangga di Bangladesh, Bhutan, India, dan Nepal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi yang dipicu oleh tekanan iklim telah mengubah "politik gender" di tingkat rumah tangga, yakni relasi kuasa yang menentukan siapa yang bekerja, mengelola sumber daya, dan mengambil keputusan dalam keluarga.

Ketika Perempuan Memikul Peran yang Lebih Besar

Di India, Nepal, dan Bangladesh, laki-laki umumnya bermigrasi ke kota untuk bekerja di sektor konstruksi atau industri. Sementara itu, perempuan yang tetap tinggal di desa harus mengambil alih berbagai tanggung jawab yang sebelumnya dibagi bersama pasangan mereka.

Mereka tidak hanya mengurus pekerjaan domestik dan mengasuh anak, tetapi juga mengelola lahan pertanian, merawat ternak, hingga mengurus kebutuhan ekonomi keluarga sehari-hari.

"Suami saya sudah lama pergi. Saya sibuk mengurus ternak dan pekerjaan pertanian lainnya sepanjang hari, tetapi juga bertanggung jawab atas anak-anak," kata Bagyalata, 35 tahun, warga Odisha, India.

Bertambahnya beban kerja tersebut menunjukkan bahwa perempuan menjadi tulang punggung rumah tangga ketika migrasi terjadi. Namun peningkatan tanggung jawab tidak selalu diikuti dengan meningkatnya kekuasaan dalam mengelola aset atau menentukan keputusan penting keluarga.

baca juga

Lebih Banyak Tanggung Jawab, Belum Tentu Lebih Berkuasa

Penelitian menemukan bahwa perempuan di Bangladesh, India, dan Nepal masih menghadapi hambatan dalam mengakses kepemilikan tanah, sumber keuangan, dan ruang pengambilan keputusan. Di banyak wilayah pedesaan Nepal, misalnya, hak atas lahan masih dipengaruhi oleh hubungan kekerabatan dan struktur keluarga yang patriarkal.

"Meskipun ibu mertua saya mengizinkan saya menggunakan lahan untuk bercocok tanam sayuran, saya harus memberikan setengah hasil panen kepadanya," ujar seorang perempuan di Indrawati, Nepal.

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perempuan berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi rumah tangga akibat tekanan iklim, posisi mereka dalam mengendalikan sumber daya belum sepenuhnya berubah.

Migrasi Perempuan Mengubah Dinamika Kekuasaan

Situasi berbeda terlihat di Bhutan. Di negara tersebut, perempuan lebih banyak bermigrasi ke kota untuk bekerja, sementara sebagian laki-laki tetap tinggal di desa untuk merawat keluarga dan mengelola kebun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trauma Berat, Putri Ahmad Bahar Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM

Trauma Berat, Putri Ahmad Bahar Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:27 WIB

Fast Fashion dan Krisis Sampah: Bisakah Perempuan Jadi Agen Perubahan?

Fast Fashion dan Krisis Sampah: Bisakah Perempuan Jadi Agen Perubahan?

Your Say | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:00 WIB

Kritik Sosial di Find Yourself: Realita Pahit Perempuan Lajang Usia 30-an

Kritik Sosial di Find Yourself: Realita Pahit Perempuan Lajang Usia 30-an

Your Say | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×