'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

Muhammad Yasir, Faqih Fathurrahman

Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disekap oleh tentara zionis Israel tiba di Indonesia. [istimewa]
baca 10 detik
  • Relawan Herman Budianto melaporkan penyiksaan brutal oleh militer Israel terhadap anggota misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla sejak penangkapan.
  • Sebanyak 40 relawan mancanegara mengalami cedera berat termasuk patah tulang dan luka tembak akibat tindakan militer di tahanan.
  • Para tawanan dipaksa merangkak serta tidur di lantai dalam kondisi basah tanpa fasilitas layak selama masa penahanan berlangsung.

Suara.com - Herman Budianto, salah seorang relawan kemanusiaan Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0, membagikan kesaksian mengenai perlakuan brutal militer Israel (IDF) selama masa penahanan.

Ia menyebut tindakan fisik dan psikis yang mereka terima sangat tidak manusiawi.

Proses penyiksaan tersebut berlangsung selama kurang lebih empat hari, dimulai sejak armada kapal mereka dicegat di perairan internasional hingga dibawa ke penjara.

“Penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IDF itu nyata, sangat keji sangat brutal. Dari mulai proses penculikan sampai dengan proses yang panjang sekitar empat hari melakukan penyiksaan-penyiksaan tadi,” ujar Herman setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).

Berdasarkan pengamatannya, terdapat sekitar 40 relawan dari berbagai negara yang mengalami cedera berat akibat kekerasan tersebut. Beberapa di antaranya mengalami patah tulang hingga luka tembak.

“Banyak sekali yang mengalami cedera-cedera berat, rusuk patah ada sekitar 40 orang patah tangan patah kaki ya patah hidung ada yang ditembak dan seterusnya,” imbuhnya.

Tak hanya kekerasan fisik, Herman juga mengungkap adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami tawanan laki-laki maupun perempuan.

Selama berada di penjara, para relawan dipaksa menunduk dan berjalan menggunakan lutut.

“Kami diperlakukan seperti hewan ya yang kami harus berjalan dengan merangkak dengan lutut kami, kami harus berjalan dengan selalu menunduk tidak boleh menatap mereka,” beber Herman.

baca juga

Kondisi fasilitas penahanan juga dilaporkan sangat memprihatinkan. Para relawan tidak diberikan pakaian pengganti maupun perlengkapan tidur yang layak, sehingga terpaksa tidur di lantai dalam kondisi pakaian basah.

“Kamipun tidur di lantai yang tidak ada selimut tidak ada bantal dalam kondisi basah dan baju basah,” jelasnya.

Meski mengalami tekanan hebat, Herman menyatakan bahwa penderitaan yang ia alami belum sebanding dengan apa yang dirasakan rakyat Palestina setiap harinya.

Ia berharap pengalaman pahit ini justru menjadi pemantik semangat bagi komunitas internasional untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina.

“Mudah-mudahan ini bisa menggelorakan semangat membebaskan Palestina di seluruh dunia. Karena teman-teman kami semuanya berasal dari berbagai macam negara ada sebanyak 52 negara yang bergabung di situ yang semuanya bergerak bukan karena agama tapi karena rasa kemanusiaan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:22 WIB

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Satgas PRR: Keselamatan Nomor Satu

Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Satgas PRR: Keselamatan Nomor Satu

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:51 WIB

Benda Diduga Roket atau Rudal Ditemukan di Sungai Blitar, Tim Jibom Turun Tangan

Benda Diduga Roket atau Rudal Ditemukan di Sungai Blitar, Tim Jibom Turun Tangan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:44 WIB

Polisi Kembali Tangkap 2 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Anggota Polri di Katingan

Polisi Kembali Tangkap 2 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Anggota Polri di Katingan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:36 WIB

Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak

Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:30 WIB

Brankas Rahasia di Cafe de'CLAN Signature Berisi Tumpukan Dolar AS-SGD, Nilainya Fantastis!

Brankas Rahasia di Cafe de'CLAN Signature Berisi Tumpukan Dolar AS-SGD, Nilainya Fantastis!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:26 WIB

Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri

Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:14 WIB

MPR dan MK Bahas Amandemen UUD 1945 Jelang Sidang Tahunan

MPR dan MK Bahas Amandemen UUD 1945 Jelang Sidang Tahunan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:13 WIB

Panja Belum Bentuk, Komisi II DPR 'Diam-diam' Bahas 28 DIM RUU Pemilu

Panja Belum Bentuk, Komisi II DPR 'Diam-diam' Bahas 28 DIM RUU Pemilu

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:53 WIB

Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di  Cafe de'CLAN Signature

Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di Cafe de'CLAN Signature

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:39 WIB

×