Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

Muhammad Yasir | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 07:10 WIB
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif
Menag Lukman Hakim Saifuddin. [Suara.com/Uli Febriarni]
  • Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengkritik tindakan represif aparat terhadap pemutaran film dokumenter di berbagai daerah Indonesia.
  • Lukman menegaskan bahwa negara harus menghindari kekerasan dalam kebijakan pembangunan serta melindungi kebebasan berekspresi masyarakat melalui edukasi film.
  • Ia menyarankan pihak yang tidak sepakat agar merespons melalui diskusi intelektual atau karya seni tandingan secara demokratis.

Suara.com - Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, memberikan catatan kritis terhadap maraknya aksi pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" oleh aparat di berbagai daerah.

Lukman menegaskan bahwa perbedaan pandangan terhadap sebuah karya seni seharusnya tidak direspons dengan tindakan represif.

Lukman mengingatkan bahwa tindakan negara yang merugikan hak-hak masyarakat, termasuk melalui kebijakan pembangunan nasional, merupakan bentuk kekerasan yang harus diwaspadai.

“Kekerasan itu yang dilakukan oleh negara contohnya, misalnya, bagaimana sejumlah PSN, proyek strategi nasional, itu jangan sampai menimbulkan kekerasan khususnya pada masyarakat adat,” ujar Lukman usai menghadiri acara Hari Puncak Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia yang digelar Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026).

film Pesta Babi (YouTube/Indonesia Baru)
film Pesta Babi (YouTube/Indonesia Baru)

Secara khusus, ia juiga menyoroti pembatasan kebebasan berekspresi melalui film dokumenter.

Lukman menilai film merupakan medium informasi yang memiliki nilai edukasi bagi publik, sehingga pelarangan pemutaran dinilai tidak mendidik nalar masyarakat.

“Termasuk juga bagaimana tontonan-tontonan yang sebenarnya itu mengedukasi karena memberikan informasi. Tentu semua atau setiap tontonan akan menimbulkan pro kontra,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lukman menawarkan solusi demokratis dalam menyikapi perbedaan konten sebuah karya.

Ia mendorong pihak-pihak yang tidak sepakat dengan isi film tersebut untuk menanggapi dengan argumen intelektual atau karya seni tandingan guna menciptakan dialektika yang sehat.

“Maka bagi yang tidak bersetuju dengan isi sebuah film, misalnya karya seni, ya silakan disikapi dengan membuat karya seni yang lain. Sehingga kemudian muncul dialektika di tengah-tengah masyarakat dengan cara seperti itu,” tegas Lukman.

Menurutnya, ruang dialog yang terbuka akan membantu masyarakat untuk lebih cerdas dalam memproses informasi sesuai dengan nalar dan realita yang ada.

“Kemudian masyarakat menjadi dididik untuk kemudian menimbang-nimbang mempertimbangkan mana yang sesuai dengan nalar, yang sesuai dengan logika dan realita kehidupan kita,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB

Usman Hamid Semprot Pemerintah: Nobar Film Pesta Babi Dibungkam, Papua Jadi Tabu!

Usman Hamid Semprot Pemerintah: Nobar Film Pesta Babi Dibungkam, Papua Jadi Tabu!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:15 WIB

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:29 WIB

Terkini

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

News | Senin, 25 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:05 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB