Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 16:55 WIB
Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?
Potret Rumah di Bantaran Sungai (Pexels/Tom Fisk)

Head of Research PUSKAPA UI, Widi Lara Sari, menyoroti dampak tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya juga ingin menyoroti hal ini, ketika seorang perempuan pindah, jangan lupa ada pekerjaan rumah tangga yang juga dibebani. Dia harus memikirkannya,” kata Widi.

Ia mencontohkan aktivitas sederhana seperti mencuci pakaian yang selama ini dilakukan di sungai atau sumber air dekat rumah bisa menjadi persoalan baru setelah relokasi.

“Misalnya mencuci baju, mungkin selama ini di kali dekat rumah. Kalau pindah, cuci bajunya di mana? Maka pertimbangan ini juga perlu dilihat,” ujarnya.

Widi menambahkan, banyak masyarakat yang tinggal di wilayah rentan sebenarnya tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk pindah ke lokasi yang lebih aman, meskipun menyadari ancaman yang mereka hadapi.

“Mereka tidak punya sumber daya untuk meninggalkan tempat tinggalnya ke tempat yang lebih baik,” katanya.

Dari Kampung ke Rusun: Adaptasi yang Tidak Mudah

Dalam konteks Jakarta, Andhika menilai relokasi warga ke rumah susun membutuhkan proses adaptasi sosial yang tidak singkat. Perubahan dari pola hidup kampung ke hunian vertikal memerlukan pembiasaan dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Relokasi kan enggak mungkin dari Ciliwung pindah ke gunung. Dari Ciliwung pasti pindahnya ke rusun,” ujarnya.

Menurut Andhika, perpindahan ke rumah susun bukan hanya perubahan tempat tinggal, tetapi juga perubahan pola interaksi sosial, kebiasaan hidup, hingga cara masyarakat mengakses fasilitas sehari-hari.

“Perlu adanya pembiasaan dan itu perlu dilatih dan memang enggak mudah,” tambahnya.

Karena itu, pemerintah dinilai tidak cukup hanya menyediakan bangunan fisik. Pendampingan sosial dan penguatan kapasitas warga menjadi bagian penting agar masyarakat dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Indonesia Belum Punya Aturan Relokasi Iklim yang Komprehensif

Para pembicara sepakat bahwa pemerintah perlu mempersiapkan strategi adaptasi yang lebih komprehensif seiring meningkatnya risiko krisis iklim. Franky mendorong pemerintah daerah di wilayah yang rentan terhadap kenaikan muka air laut, gelombang panas, maupun krisis air untuk segera menyusun rencana aksi adaptasi.

“Bagi pemerintah di daerah-daerah yang rentan kenaikan muka laut, heat stress, atau kesulitan air harus menyusun adaptation action plan,” kata Franky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim

Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:30 WIB

Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan

Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:55 WIB

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:10 WIB

Terkini

Asa Baru Pascabencana: Anggaran Rp100 Triliun Disetujui DPR untuk Pulihkan Sumatra!

Asa Baru Pascabencana: Anggaran Rp100 Triliun Disetujui DPR untuk Pulihkan Sumatra!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:54 WIB

Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan

Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:49 WIB

Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu

Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:44 WIB

Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Selalu Merusak Alam? Studi Baru Justru Menemukan Sebaliknya

Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Selalu Merusak Alam? Studi Baru Justru Menemukan Sebaliknya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:35 WIB

DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi

DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:24 WIB

Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk

Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:21 WIB

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:00 WIB

Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu

Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:55 WIB