Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF

Bangun Santoso

Senin, 25 Mei 2026 | 19:34 WIB
Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF
Kesaksian Memilukan Relawan Dompet Dhuafa: Disiksa IDF hingga Disekap dalam Sel Mirip Kandang Anjing. (Suara.com/Tsabita Aulia)
baca 10 detik
  • Dua relawan Indonesia, Ronggo Wirasanu dan Ustadz Herman Budianto, ditangkap dan disiksa oleh militer Israel pada Mei 2026.
  • Para relawan mengalami kekerasan fisik, intimidasi psikologis, serta penahanan di kondisi tidak manusiawi dalam misi Global Sumud Flotilla.
  • Penyiksaan selama perjalanan menuju penjara Ketziot mengakibatkan cedera serius pada bagian rusuk dan bahu para relawan kemanusiaan tersebut.

Suara.com - Dua relawan Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0, Ronggo Wirasanu dan Ustadz Herman Budianto, menceritakan pengalaman mencekam saat ditangkap dan mengalami penyiksaan oleh pasukan pertahanan Israel (IDF).

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers bertajuk "Kisah Pengorbanan Besar dalam Misi Kemanusiaan" di Gedung filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Ronggo Wirasanu menceritakan bahwa ia mulai diintercept oleh militer Israel pada tanggal 19 Mei 2026.

Meski hanya ditahan singkat di kapal militer, ia menyaksikan rekan-rekannya yang ditangkap lebih awal mengalami perlakuan yang jauh lebih berat.

"Tiba di hari intercept saya sekira tanggal 19 di-intercept, itu termasuk hari terakhir dari rangkaian intersept. Yang agak berat tuh yang di-intercept awal, jadi dia bisa tiga hari di kapal militer itu ditahan dan mendapat penyiksaan," ujar Ronggo dalam konferensi persnya, Senin (25/5/2026).

Ronggo merinci bahwa penyiksaan terjadi di setiap titik transit. Para relawan dipukul sebelum masuk ke kapal militer, saat menuju imigrasi, hingga saat diangkut menggunakan truk tahanan menuju penjara Ketziot di Negev dalam perjalanan selama empat jam.

"Penyiksaan itu terjadi, itu terjadi di tiap transit. Jadi sebelum masuk kapal militer itu kami disiksa, lalu dimasukkan sel, habis itu turun dari kapal sebelum ke imigrasi transit dulu disiksa lagi, habis itu masuk imigrasi, selesai imigrasi kami diangkut melalui truk dengan truk tahanan, perjalanan ke penjara Ketziot di Negev itu hampir perjalanan 4 jam," jelasnya.

Kondisi tempat transit pun digambarkannya sangat tidak manusiawi.

"Ada satu sel yang ukuran dua kali dua meter itu diisi 25 orang, lalu kita ditaruh di kerangkeng kecil gitu ditumpuk-tumpuk, itu sepertinya sih kandang anjing ya karena saya mencium aroma kotoran anjing di situ," ungkapnya.

baca juga

Selama penahanan, Ronggo juga mendapatkan intimidasi psikologis. Ia mengaku diperlihatkan di sebuah TV besar tanpa sensor mengenai pembantaian Hamas yang bertuliskan "Ini teman kamu". Namun, ia memilih untuk tetap teguh dan bertahan dalam situasi tersebut.

Selain itu ia juga diketahui tidak makan selama dua hari bersamaan dengan para relawan lainnya yang melakukan hunger strike atau mogok makan.

"Jadi di kapal itu saya enggak makan, enggak makan sama sekali karena kebanyakan dari relawan aktivis dari Global Sumud Flotilla ini melakukan hunger strike, mogok makan. Jadi saya juga enggak mau makan makanan dari Israel gitu," tambahnya.

Kondisi Fisik Pasca-Penyiksaan

Senada dengan Ronggo, Ustadz Herman Budianto mengungkapkan bahwa dampak fisik dari penyiksaan tersebut masih ia rasakan hingga saat ini.

Ia menyebut bagian rusuk dan bahunya mengalami cedera serius akibat tindakan represif petugas di lapangan.

"Bekas-bekas pukulan masih terasa gitu ya di beberapa tempat yang sensitif. Yang paling terasa sekarang masih di rusuk ya kalau buat napas buat gerak masih terasa sakit," ujar Herman.

Ia juga menceritakan metode penyiksaan yang dirancang untuk menyakiti sendi-sendi tubuh. Para relawan dipaksa berjalan dengan posisi ruku' dan sujud dengan tangan terikat ke belakang.

"Mereka menariknya itu seperti memang menarik ingin mematahkan sendi karena tangan kita sudah di belakang, mereka menariknya itu dengan dua orang atau lebih dengan menarik tangan kita di belakang itu menarik ke atas ya. Jadi sempat bunyi krek gitu ya di bahu sini seakan-akan memang tujuannya adalah untuk menyakiti kita," tambahnya.

Meski harus melewati penderitaan fisik dan mental, Ustadz Herman menegaskan bahwa pengorbanan ini tidak akan sia-sia demi menyuarakan kemerdekaan Palestina dan menghentikan genosida.

"Alhamdulillah mudah-mudahan yang paling penting itu apa yang kami rasakan pengorbanan ini tidak sia-sia. Pertama adalah bisa menguatkan semakin menguatkan perjuangan Palestina sehingga dunia semakin melihat bagaimana kejamnya penjajah Israel," ungkapnya.

Setelah menjalani masa penahanan, para relawan akhirnya diterbangkan menuju Turki sebelum kembali ke tanah air. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?

Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 08:25 WIB

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

News | Senin, 25 Mei 2026 | 06:45 WIB

Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 9 WNI yang diculik Israel

Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 9 WNI yang diculik Israel

Foto | Senin, 25 Mei 2026 | 06:30 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:47 WIB

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 20:46 WIB

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:44 WIB

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 20:42 WIB

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:40 WIB

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 20:39 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Video | Selasa, 15 September 2026 | 20:35 WIB

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

×