Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil

Bangun Santoso

Senin, 25 Mei 2026 | 21:03 WIB
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil
Ilustrasi gambar kekerasan pada anak (pixabay)
baca 10 detik
  • Save the Children Indonesia menyatakan budaya kekerasan terhadap anak sering diwariskan lintas generasi melalui pola pengasuhan orang tua.
  • Hasil survei 2024 menunjukkan pergeseran tren di mana kekerasan antar teman sebaya kini lebih mendominasi dibandingkan orang dewasa.
  • Siti Nur Andini menekankan pentingnya hubungan reflektif antara orang tua dan anak untuk mencegah perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.

Suara.com - Budaya kekerasan terhadap anak dinilai masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman di Indonesia.

Save the Children Indonesia mengungkap, praktik kekerasan dalam pengasuhan kerap diwariskan lintas generasi dan akhirnya terbawa hingga lingkungan pendidikan.

Direktur Senior Bidang Advokasi, Kampanye dan Hubungan Pemerintahan Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat, mengatakan banyak orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak justru pernah mengalami hal serupa saat kecil.

“Dalam catatan Save the Children, 70 persen ayah yang melakukan pukulan seperti ini adalah pernah mengalami pukulan. Jadi sebenarnya ini menunjukkan satu warisan kekerasan,” kata Tata dalam seminar bertajuk Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, pola kekerasan yang diwariskan tersebut kemudian melahirkan fenomena toxic parents yang tanpa sadar meneruskan pola pengasuhan kasar kepada anak-anak mereka.

Tata menegaskan perlindungan anak seharusnya menjadi gerakan bersama yang diterapkan di semua ruang kehidupan anak, mulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sosial.

“Perlindungan anak itu juga bisa menjadi semacam mainstreaming, pengarusutamaan. Karena urusan ini ada untuk setiap anak dimanapun dia berada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kekerasan terhadap anak yang selama ini terlihat di publik sebenarnya hanya puncak gunung es.

Di balik kasus yang mencuat, terdapat persoalan budaya, pola pikir, hingga struktur sosial yang lebih besar.

baca juga

Tata menyoroti masih adanya keyakinan bahwa kekerasan adalah cara efektif untuk mendisiplinkan anak. Bahkan, menurutnya, sebagian guru masih mempercayai pola tersebut.

“Di Timur kita pernah dengar ‘di ujung rotan ada emas’ karena menganggap dengan dipukuli itu begitu,” katanya.

Padahal, lanjut Tata, pendekatan kekerasan justru bisa memicu trauma berkepanjangan dan membentuk siklus kekerasan baru ketika anak tumbuh dewasa.

Dalam paparannya, Tata juga mengungkap hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2024 menunjukkan adanya pergeseran pola kekerasan.

Jika sebelumnya dominan dilakukan orang dewasa, kini kekerasan antar teman sebaya justru menjadi yang paling banyak terjadi.

“Sekarang yang muncul di 2024 ini kekerasan antar teman yang paling banyak, bukan lagi dari orang dewasa. Media sosial menjadi salah satu pendorongnya,” ungkap dia.

Karena itu, ia meminta sekolah tidak menutup-nutupi kasus kekerasan dan segera memanfaatkan sistem perlindungan anak yang telah tersedia, seperti SAPA maupun UPTD PPA di berbagai daerah.

“Cara yang benar ketika kekerasan terjadi adalah merespons dengan benar. Jangan ditutup-tutupi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Keluarga Kita, Siti Nur Andini, menilai pencegahan kekerasan perlu dimulai dari pola relasi antara orang tua dan anak di rumah.

Ia menyoroti banyak anak mengalami persoalan perilaku di sekolah akibat tidak mendapatkan hubungan yang aman di lingkungan keluarga.

“Sering banget sekolah ataupun orang tua melihat masalah disiplinnya anak, misalnya anak bolos atau malas ke sekolah. Kalau kita telusuri balik itu karena di rumah nggak dapat hubungan yang aman dari keluarganya,” ujar Andini.

Menurut dia, orang tua dan pendidik perlu membangun “hubungan reflektif” dengan anak, salah satunya melalui kebiasaan mendengarkan anak secara utuh dan memvalidasi emosinya.

Andini juga mengingatkan bahaya penggunaan gawai berlebihan pada anak, terutama di usia dini. Ia menyebut banyak anak balita kini mulai mengalami kecanduan screen time akibat minimnya pendampingan orang tua.

“Banyak temuan di berbagai daerah itu anak kecil usia balita banyak yang sudah adiktif sehingga kebanyakan screen time. Padahal kebanyakan screen time itu malah menghambat tumbuh kembangnya anak,” katanya.

Diskusi tersebut merupakan bagian dari seminar Hari Pendidikan Nasional bertema Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digelar Save the Children Indonesia bersama program KREASI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah

Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah

News | Senin, 25 Mei 2026 | 20:43 WIB

Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas

Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas

News | Senin, 25 Mei 2026 | 20:36 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:14 WIB

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:29 WIB

Terkini

Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern

Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:00 WIB

6 Krim Pagi Wardah untuk Kulit Cerah dan Terawat, Harga Mulai Rp33 Ribuan

6 Krim Pagi Wardah untuk Kulit Cerah dan Terawat, Harga Mulai Rp33 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:57 WIB

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:49 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

×