- Polda Metro Jaya menangkap selebgram Brunei, MIA, atas dugaan penganiayaan berat hingga menyebabkan korban MHF meninggal dunia.
- Peristiwa terjadi di Blok M, Jakarta Selatan, pada 6 Mei 2026 akibat cekcok masalah pribadi saat pelaku mabuk.
- Korban meninggal setelah dirawat sepuluh hari di rumah sakit akibat luka serius di kepala akibat hantaman botol.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik duel maut yang menewaskan warga negara Brunei Darussalam berinisial MHF (30) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Katumsubdit Resmob Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel menyebut pertikaian berdarah itu dipicu persoalan pribadi antara korban dan pelaku yang ternyata saling mengenal.
“Untuk motif lebih lanjut masih kami dalami, namun untuk pemeriksaan sementara ini, terlibat adu mulut dan adu pukul antara korban dan pelaku itu disebabkan adanya masalah pribadi,” ungkap Breggy kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).
Breggy juga memastikan korban maupun pelaku sama-sama merupakan warga negara asing asal Brunei Darussalam.
"Korban ataupun terduga pelaku merupakan warga negara asing, yaitu negara Brunei Darussalam,” ujarnya.
Dalam kasus ini, polisi telah menangkap Mohammad Irman Ali alisa MIA (33), selebgram asal Brunei pemilik akun media sosial @woodyrman. Ia diduga menganiaya korban hingga tewas.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardi Marasabessy mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif.
“Terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Resa kepada wartawan, Selasa (26/5).
![Selebgram woodyrman [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/26/83157-selebgram-woodyrman.jpg)
Insiden tersebut diektahui terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 03.30 WIB di depan toko olahraga Restu Sport, Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Polisi menyebut pertikaian bermula dari cekcok yang kemudian berujung pemukulan menggunakan paper bag berisi botol kaca.
Korban mengalami luka serius di bagian belakang kepala dan sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Namun, setelah 10 hari kritis di ICU, korban dinyatakan meninggal dunia pada 16 Mei 2026.
Dalam pemeriksaan, MIA juga mengaku berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung.
“Terduga pelaku menyatakan dirinya terpengaruh minuman beralkohol,” jelas Breggy.
Kasus ini sempat menjadi sorotan publik setelah video perkelahian yang memperlihatkan seorang pria terkapar di atas aspal viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat jatuh usai terlibat duel dengan pria berpakaian serba hitam di kawasan Blok M.