Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?

Ruth Meliana

Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:10 WIB
Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?
Ilustrasi bendera Arab Saudi (Pexels/Abdulla Bin Talib)
baca 10 detik
  • Arab Saudi dan Iran terlibat rivalitas panjang akibat perbedaan mazhab Sunni dan Syiah serta sistem pemerintahan.
  • Kedua negara memperebutkan pengaruh dominan di Timur Tengah melalui dukungan terhadap kelompok proksi di berbagai konflik.
  • Kekhawatiran terhadap program nuklir dan ancaman keamanan fasilitas minyak mendorong Arab Saudi tetap membatasi hubungan dengan Iran.

Suara.com - Hubungan antara Arab Saudi dan Iran telah lama menjadi salah satu rivalitas paling rumit dan panas di Timur Tengah. Maka, tak heran banyak yang bertanya-tanya, "Mengapa Arab Saudi tidak mendukung Iran?".

Sebagai informasi, kedua negara ini, sebagai kekuatan besar di kawasan Teluk Persia, jarang sekali berada di kubu yang sama. Bahkan dalam berbagai konflik regional, Arab Saudi cenderung berposisi berseberangan dengan Iran.

Lantas, mengapa Arab Saudi begitu sulit mendukung Republik Islam Iran?

Akar Historis dan Perbedaan Sekte

Salah satu alasan utama adalah perbedaan mazhab yang mendalam. Arab Saudi adalah negara mayoritas Sunni dan mengklaim diri sebagai pemimpin dunia Sunni. Sementara Iran adalah negara Syiah terbesar di dunia yang secara aktif mengekspor revolusi Islamnya sejak 1979.

Revolusi Iran yang dipimpin Ayatollah Khomeini dianggap oleh Saudi sebagai ancaman eksistensial terhadap monarki dan stabilitas regional.

Sebelum revolusi 1979, hubungan keduanya cukup baik di bawah pemerintahan Shah Iran. Keduanya bekerja sama melawan pengaruh komunis dan nasionalis radikal.

Namun setelah Shah digulingkan, Iran berubah menjadi negara teokrasi yang anti-monarki dan anti-Barat. Saudi melihat ini sebagai upaya Iran untuk menggoyang tatanan yang ada di Teluk.

Persaingan Geopolitik dan Perebutan Pengaruh

baca juga

Arab Saudi dan Iran bersaing untuk menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah. Iran ingin membangun "Poros Perlawanan" (Axis of Resistance) melalui kelompok-kelompok proksinya seperti Hizbullah di Lebanon, Hamas di Palestina, dan Houthi di Yaman.

Sementara Saudi berusaha membendung pengaruh tersebut demi menjaga keamanan internal dan kepemimpinannya di dunia Arab.

Konflik proksi paling nyata terjadi di Yaman. Sejak 2015, Saudi memimpin koalisi untuk melawan Houthi yang didukung Iran. Perang ini telah menimbulkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia modern.

Di Suriah, Saudi mendukung oposisi terhadap Bashar al-Assad yang merupakan sekutu dekat Iran. Di Irak dan Lebanon, keduanya juga saling berebut pengaruh melalui kelompok politik dan milisi yang berbeda.

Isu Nuklir dan Keamanan

Program nuklir Iran menjadi salah satu kekhawatiran terbesar Saudi. Riyadh khawatir jika Iran berhasil memiliki senjata nuklir, maka keseimbangan kekuatan di Teluk akan hancur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton

Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:19 WIB

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:03 WIB

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Siap Diresmikan Prabowo, LRT Jakarta Rute Manggarai Beroperasi Agustus 2026!

Siap Diresmikan Prabowo, LRT Jakarta Rute Manggarai Beroperasi Agustus 2026!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:35 WIB

Kelanjutan Nasib JPO Tendean: Dibongkar Usai Rusak Parah, Ganti Rugi Miliaran Rupiah Masih Gelap

Kelanjutan Nasib JPO Tendean: Dibongkar Usai Rusak Parah, Ganti Rugi Miliaran Rupiah Masih Gelap

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:22 WIB

Masih Ada yang Belum Terjerat! KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Kuota Haji

Masih Ada yang Belum Terjerat! KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:12 WIB

Pihak Don Ritto Klaim Uang Sitaan di Cafe de'Clan untuk Bangun Pelabuhan, Bukan Terkait Korupsi

Pihak Don Ritto Klaim Uang Sitaan di Cafe de'Clan untuk Bangun Pelabuhan, Bukan Terkait Korupsi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:11 WIB

Sering Picu Demo, 10 Undang-Undang Ini Tengah Dievaluasi oleh Kementerian HAM

Sering Picu Demo, 10 Undang-Undang Ini Tengah Dievaluasi oleh Kementerian HAM

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:05 WIB

Buntut Kasus Eks Jampidsus Febrie, Analis Desak Kapolri hingga Menhan Mundur Berjamaah

Buntut Kasus Eks Jampidsus Febrie, Analis Desak Kapolri hingga Menhan Mundur Berjamaah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Bukan Candaan! Iseng Teror Bom Sekolah Saat MPLS, MY Terancam 20 Tahun Penjara

Bukan Candaan! Iseng Teror Bom Sekolah Saat MPLS, MY Terancam 20 Tahun Penjara

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:57 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Juta ke Gus Miftah

KPK Dalami Fakta Sidang soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Juta ke Gus Miftah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:54 WIB

Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp

Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:43 WIB

Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung

Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:11 WIB

×