Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme

Bella

Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:26 WIB
Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme
Pengamat Sosial Politik, Dr. Okky Madasari saat pdcast di Forum Keadilan TV. [YouTube]
baca 10 detik
  • Pengamat Okky Madasari menyatakan Reformasi 1998 telah mati karena kegagalan menegakkan supremasi sipil dan hukum di Indonesia.
  • Okky menyoroti kembalinya pengaruh militer dalam sektor pemerintahan, ekonomi, pangan, pendidikan, hingga pembatasan kebebasan di bidang kebudayaan.
  • Indonesia dinilai memerlukan episode perjuangan baru yang berbeda dari agenda Reformasi 1998 untuk memperbaiki masa depan bangsa.

Suara.com - Pengamat sosial politik Okky Madasari menyebut Reformasi 1998 telah mati setelah dinilai gagal menjaga supremasi sipil dan penegakan hukum di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Okky dalam sebuah diskusi panjang soal demokrasi, militerisme, hingga masa depan gerakan sipil di Indonesia.

“Buat saya reformasi sudah mati. Pernah hidup, pernah tumbuh, tapi sudah mati,” kata Okky dalam podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, Reformasi 1998 tidak lagi bisa dipandang sebagai proyek politik yang masih berjalan. Ia menilai Indonesia kini membutuhkan “episode baru” dengan generasi dan semangat perjuangan yang berbeda.

“Kalau kita bicara bangsa Indonesia ke depan setelah Mei 2026 ini, kita sudah lagi tidak melihat ini sebagai sebuah kelanjutan dari reformasi. Kita harus melihat ini sebagai titik awal yang baru,” ujarnya.

Okky menilai matinya reformasi dapat dilihat dari gagalnya sejumlah agenda utama Reformasi 1998, mulai dari penegakan hukum terhadap rezim Orde Baru hingga supremasi sipil.

“Kalau kita kembalikan lagi ke tujuan reformasi pada waktu itu, itu kan sebenarnya ada agenda. Adili Soeharto salah satunya. Lalu kemudian supremasi sipil,” kata dia.

Ia kemudian menyoroti apa yang disebutnya sebagai kembalinya militerisme dalam berbagai aspek kehidupan bernegara. Okky memetakan sedikitnya lima sektor yang dinilai mengalami penetrasi militerisme.

“Ketika militer sekarang menduduki jabatan-jabatan sipil. Ketika ada posisi-posisi yang seharusnya tidak dipegang oleh militer di pemerintahan dengan segala justifikasi justru diberikan pada militer,” ujarnya.

Di sektor politik dan pemerintahan, Okky menyinggung keberadaan prajurit aktif dalam jabatan sipil. Sementara di bidang ekonomi, ia menyoroti masuknya purnawirawan militer ke struktur pimpinan BUMN hingga keterlibatan aparat dalam pengamanan program ekonomi pemerintah.

baca juga

“Koperasi Merah Putih yang menjaga adalah militer. Itu adalah militerisme dalam bidang ekonomi kita,” katanya.

Ilustrasi militer (Pixabay)
Ilustrasi militer (Pixabay)

Pada sektor pangan dan lingkungan, Okky menyinggung keterlibatan TNI dan Polri dalam program pangan pemerintah seperti MBG dan SPPG, hingga pengelolaan konflik agraria.

“Kalau kita bicara tentang tanam singkong, food estate itu tentara,” ucapnya.

Sementara di bidang pendidikan, ia mengkritik rencana pembekalan militer terhadap penerima beasiswa LPDP. Menurutnya, hal itu berpotensi membatasi kebebasan berpikir kalangan akademik.

“Tujuannya untuk mengontrol ‘ini yang boleh kalian lakukan nanti di luar negeri dengan beasiswa ini. Ini yang enggak boleh, jangan kritis, jangan menjelek-jelekkan pemerintah’,” kata Okky.

Ia menilai kondisi tersebut dapat menghilangkan daya kritis intelektual muda Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?

Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:25 WIB

Diusir dari Tanah Sendiri: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari

Diusir dari Tanah Sendiri: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 16:15 WIB

Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap

Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:16 WIB

Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja

Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:25 WIB

Hari Reformasi Nasional: Menolak Normalisasi KKN Gaya Baru

Hari Reformasi Nasional: Menolak Normalisasi KKN Gaya Baru

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:44 WIB

Reformasi dalam Bayang-Bayang Militer, Seskab Teddy Dinilai Jadi Contoh Nyata

Reformasi dalam Bayang-Bayang Militer, Seskab Teddy Dinilai Jadi Contoh Nyata

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:06 WIB

Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi

Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:51 WIB

Refleksi 21 Mei: Bayang-Bayang '98 di Tengah Rupiah Rp17.700

Refleksi 21 Mei: Bayang-Bayang '98 di Tengah Rupiah Rp17.700

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:44 WIB

Setelah 28 Tahun Reformasi, Guru Besar UI Nilai Keadilan Masih Jauh dari Harapan

Setelah 28 Tahun Reformasi, Guru Besar UI Nilai Keadilan Masih Jauh dari Harapan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:20 WIB

'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi

'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:20 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×