Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 02 Juni 2026 | 15:34 WIB
Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (dok. PDIP)
  • Hasto Kristiyanto memaknai Pancasila sebagai manifesto perlawanan terhadap kolonialisme saat membuka pameran Bung Karno di Museum Multatuli, Rangkasbitung.
  • Pidato 1 Juni 1945 berfungsi sebagai landasan ideologi untuk membangun tata dunia baru serta menjaga kedaulatan demokrasi rakyat.
  • Wakil Bupati Lebak menegaskan nilai Pancasila telah dipraktikkan secara nyata melalui kearifan lokal oleh masyarakat adat Baduy sehari-hari.

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan penekanan mendalam mengenai esensi Pancasila dalam pembukaan pameran foto, surat, dan komik Bung Karno di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Selasa (2/6/2026).

Dalam momentum Bulan Bung Karno tersebut, Hasto menegaskan bahwa Pancasila memiliki dimensi perlawanan dan visi global yang kuat.

Hasto menjelaskan, bahwa lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 tidak bisa dilepaskan dari semangat perlawanan terhadap penindasan.

Menurutnya, pidato Bung Karno di hadapan BPUPKI adalah sebuah manifesto besar untuk kemerdekaan yang hakiki.

“Pancasila bukan hanya ideologi bangsa, tetapi Pancasila juga harus membangun suatu tata dunia baru,” tegas Hasto.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa nilai-nilai Pancasila yang dirumuskan oleh Bung Karno merupakan antitesis dari praktik penjajahan.

Ia menyebut pidato 1 Juni 1945 adalah “gugatan terhadap imperialisme dan kolonialisme yang bekerja ratusan tahun di Indonesia.”

Semangat Pancasila sebagai alat melawan ketidakadilan ini kemudian dikaitkan Hasto dengan kondisi demokrasi saat ini. Ia mengingatkan bahwa nilai Pancasila harus termanifestasi dalam kebebasan rakyat dan kedaulatan politik.

"Ketika ada pihak manapun yang mencoba menghancurkan kebebasan kita untuk membela kepentingan rakyat, itu tanda-tanda hadirnya kolonialisme baru dalam sistem sosial politik kita,” ujar Hasto.

Hasto juga mengajak peserta untuk mengambil filosofi dari alam dalam ber-Pancasila.

"Jangan takut dengan panasnya sinar matahari. Ketika saya di penjara karena memperjuangkan kebenaran dan cita-cita, sinar matahari menjadi langka. Bersyukutlah kita bisa mendapat sinar Sang Surya yang telah memberi energi kehidupan," katanya.

Senada dengan Hasto, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah turut memperkuat makna Pancasila melalui kearifan lokal. Ia menyatakan bahwa nilai-nilai tersebut telah lama dipraktikkan oleh masyarakat Baduy.

“Tidak tertulis di kertas, tetapi dijalankan dalam laku setiap hari. Jujur pada alam, jujur pada janji, jujur pada sesama. Itulah hakikat kejujuran. Baduy adalah Pancasila yang hidup,” kata Amir Hamzah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:28 WIB

PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'

PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:15 WIB

Kedaulatan Pangan atau Ketergantungan yang Dipelihara?

Kedaulatan Pangan atau Ketergantungan yang Dipelihara?

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Dadan Dicopot, Mensesneg: Tunggu Saja Hasilnya

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Dadan Dicopot, Mensesneg: Tunggu Saja Hasilnya

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:12 WIB

Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:09 WIB

Penggeledahan Belum Rampung, Tim Kejagung Masih Periksa Kantor BGN

Penggeledahan Belum Rampung, Tim Kejagung Masih Periksa Kantor BGN

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:07 WIB

Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?

Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:00 WIB

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dasco Pasang Badan: Strategi Presiden Dinamis, Tak Bisa Dibatasi

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dasco Pasang Badan: Strategi Presiden Dinamis, Tak Bisa Dibatasi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:59 WIB

Danantara Disorot! Minim Transparansi Jadi Celah Korupsi dan Gerus Kepercayaan Investor

Danantara Disorot! Minim Transparansi Jadi Celah Korupsi dan Gerus Kepercayaan Investor

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:58 WIB

Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan

Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:58 WIB

Pertahanan Udara Bahrain Rontokkan 3 Rudal Iran, Situasi Teluk Persia Memanas

Pertahanan Udara Bahrain Rontokkan 3 Rudal Iran, Situasi Teluk Persia Memanas

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:50 WIB

Jangan Cuma Elite, DPR Desak Rakyat Dilibatkan Jadi Mitra SPPG

Jangan Cuma Elite, DPR Desak Rakyat Dilibatkan Jadi Mitra SPPG

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:43 WIB

Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa

Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:33 WIB