- Tim peneliti UGM menggunakan georadar untuk memindai penyebab kebakaran misterius di rumah warga di Sleman, DIY.
- Hasil pemindaian menemukan adanya pola retakan bawah tanah sedalam 15 hingga 20 meter di bawah lokasi kebakaran.
- Tim UGM merencanakan survei geolistrik dan pengeboran manual guna memastikan apakah retakan tersebut menjadi jalur keluarnya gas.
"Memungkinkan (lewat retakan) karena kan gas itu tidak butuh besar ya, yang penting dia ada retakan nanti bisa muncul. Cuma memang kita, kami belum sampai ke (kesimpulan) baru melihat ada pola-pola retakan yang berhubungan dengan titik-titik api tadi," tandasnya.
Untuk memperkuat temuan tersebut, tim UGM berencana melakukan survei geolistrik lanjutan.
Metode itu akan digunakan untuk memetakan kondisi lapisan batuan dan kemungkinan jalur retakan yang lebih dalam di sekitar rumah.
Selain itu, tim juga berencana melakukan pengeboran manual untuk mengetahui susunan lapisan tanah di lokasi tersebut.
Langkah itu dilakukan guna memastikan dugaan adanya lapisan tertentu yang berpotensi menjadi sumber gas.
"Kalau gasnya tidak ketemu, meskipun ada retakan kan ya juga enggak ada pengaruhnya, enggak masalah gitu. Jadi tidak semua retakan itu berbahaya juga," ujarnya.